E satu.com (Indramayu)
- Para Purna Pekerja Migran (PMI) di Desa Kongsijaya Kecamatan Widasari bertekad untuk menjadi Perempuan Berdikari dengan mengembangkan unit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Bukan hanya ingin tampil di wilayah lokal, mereka ingin produknya go publik secara nasional.

Keinginan kuat tersebut disampaikan oleh Purna PMI Desa Kongsijaya ketika berlangsung sosialisasi salah satu program unggulan dari 10 (sepuluh) program unggulan Pemkab Indramayu di bawah kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Nina Agustina - Lucky Hakim yakni Perempuan Berdikari (Pe-Ri). Program ini difasilitasi dan dilaksanakan oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Kamis (6/5/2021) di kantor desa setempat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu, Sri Wulaningsih melalui Kepala Seksi Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri,  Sukirman seperti yang dirilis Diskominfo Indramayu menjelaskan, untuk melaksanakan program Pe-Ri diawali dengan kegiatan pendataan PMI dan Purna PMI di 317 desa/ kelurahan. Tujuannya adalah untuk memperoleh data yang akurat dan valid jumlah PMI dan Purna PMI sebagai database untuk menyusun berbagai program kegiatan dalam perlindungan PMI dan Purna PMI. 

Sukirman menambahkan, PeRi merupakan program pemberdayaan bagi Purna Pekerja Migran Indonesia melalui kegiatan pelatihan kewirausahaan, pendampingan dan fasilitasi akses permodalan melalui perbankan (BJB).   

"Program ini sangat tepat dalam menjawab permasalahan tenaga kerja di Indramayu, sekaligus sebagai  upaya perluasan kesempatan kerja sesuai Peraturan Bupati Indramayu Nomor 65 Tahun 2020," kata Sukirman.

Sementara itu Staf Bupati Indramayu yang membidangi UMKM, Ato Susanto menjelaskan, program Perempuan Berdikari selain merupakan program unggulan juga merupakan komitmen dan upaya keras untuk  mewujudkan perempuan Indramayu yang lebih bermartabat sesuai janji kampanye pasangan Nina-Lucky.

Pihaknya akan terus mengawal dan mengawasi program Pe-Ri ini sampai dengan pelaksanaannya berjalan sesuai dengan rencana dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. 

Selain pelatihan program Pe-Ri juga akan diberikan fasilitasi berupa pinjaman modal dari perbankan kepada para Purna PMI. 

Kuwu Desa Kongsijaya Kecamatan Widasari, Sutarjo menjelaskan, dengan adanya program Pe-Ri tersebut para Purna PMI semakin bersemangat dalam menciptakan produk UMKM yang lebih berkualitas terutama dalam segi packing produk, pemasaran, hingga permodalan. (iwan)

Post A Comment:

0 comments: