AKB


E satu.com ( Cirebon)
-  Sebanayak 30 orang peserta upacara terdiri dari berbagai elemen masyarakat,Ormas ,dan OKP  sesuai dengan keputusan mentri Dalam negeri terkait prokes yang telah disepakati menggelar upacara untuk mengenang perjuangan Soedarsono. Acara dilangsungkan di Tugu Proklamasi perempatan Kejaksan, Kota Cirebon, Minggu (15/8/21).

Dalam Apel ini hadir dua tokoh sepuh veteran yang sudah berusia lanjut ketua LVRI Cirebon Didi ( 70) dan Todo ( 93)  selaku pelaku sejarah kemerdekaan RI.

Soedarsono merupakan tokoh pejuang yang membacakan naskah proklamasi di Kota Cirebon, sebelum Soekarno dan Moehamad-Hatta memproklamirkan secara resmi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 di Jakarta.

Ketua Pelaksana Dani Jaelani yang juga ketua GM FKPPI Cirebon  mengatakan, upacara tersebut bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan proklamasi.

“Tugu Proklamasi di Kota Cirebon merupakan bukti sejarah bahwa pejuang kemerdekaan asal Cirebon dr Soedarsono membacakan teks proklamasi pada 15 Agustus 1945 di perempatan Kejaksan, Kota Cirebon,” Ungkapnya

Deni menegaskan  upacara mengenang sejarah Tugu Proklamasi sejatinya untuk menggugah rasa nasionalisme para pemuda di Cirebon.

Sementara itu, Panglima tinggi Laskar macan Ali kota Cirebon Prabu Diaz  berharap, para pemuda di Kota Cirebon bisa menjadi generasi penerus yang hebat. Menurutnya, upacara yang dilaksanakan merupakan yang ke-5 kalinya dan akan menjadi Agenda rutin tahunan.

“Karena masih masa pandemi, maka kami batasi psertanya walaupun Animo masyarakat sangat besar untuk mengikuti kegiatan ini.

Perlu diketahui, pada 15 Agustus 1945 merupakan momen bersejarah bagi masyarakat Cirebon. Pejuang kemerdekaan asal Cirebon dr Soedarsono membacakan teks proklamasi pada 15 Agustus 1945 di Tugu Proklamasi perempatan Kejaksan, Kota Cirebon.

Pembacaan naskah proklamasi itu diabadikan dengan didirikannya Tugu Proklamasi yang terletak di perempatan lampu merah Jl Siliwangi, Kecamatan Kejaksan, Kota Cirebon.

Acara berjalan sangat khidmad walaupun tanpa di hadiri oleh Pejabat terkait dan berkurangnya kemeriahan karena Pemda kota Cirebon tidak menghiasi Alun-Alun dengan bendera merah Puitih , terlepas lupa atau sengaja hal ini mestinya tidak terjadi walaupun kondisi saat ini masih dalam masa pademi covid-19 ( Pgh)

Post A Comment:

0 comments: