AKB


E satu.com (Cirebon)
- Ditengah pandemi covid-19 yang masih terjadi dengan saat ini, tentunya pemerintah mengambil respon cepat saat di berlakukannnya WFO 100% dengan menerapkan Ganjil Genap mulai dari tanggal 3-22 Agustus 2021, Untuk penerapan sendiri di Kota Cirebon dan sudah dilaksanakan sampai saat ini evaluasi untuk titik penyekatan yang tadinya hanya 8 titik untuk saat ini ditambah menjadi 10 titik penyekatan baik itu akses di dalam pusat kota maupun perbatasan - perbatasan Kota.

Dalam penerapan ganjil genap sendiri para personil diperintahkan untuk lebih mengedepankan tindakan persuasif dan juga humanis kepada warga masyarakat, berikan pengertian sehingga kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ini bisa dimengerti dan juga akan lebih dipahami dan bisa diterima oleh masyarakat. Untuk penerapan ganjil genap sendiri sebagai salah satu upaya untuk memutus dan menghentikan mata rantai penularan wabah covid 19 di Indonesia.

Sesuai pesan dari Bapak Kapolri bahwa keselamatan seluruh rakyat Indonesia adalah hukum tertinggi, untuk itu seluruh personil pengamanan yang bertugas nantinya akan benar - benar memberikan pelayanan terbaik dalam mengurangi virus covid 19 yang masih terjadi sampai dengan saat ini. Seperti yang dilaksanakan pada siang hari ini, jumat (20/08/2021). Pos kedawung yang mengarah ke pusat Kota Cirebon dilaksanakan penerapan ganjil genap, ini merupakan salah satu penerapan yang ada di Kota Cirebon dengan harapan hasilnya akan lebih maksimal lagi dalam mengurangi mobilitas warga. Tampak para personil Brimob Aipda Handoko bersama para personil lainnya tampak bersiaga di lokasi bersama personil dari kewilayahan, ucapnya.

"Komandan Satuan Brimob Polda Jabar Kombes Pol Yuri Karsono S.IK menyampaikan kegiatan pengamanan penerapan ganjil genap ini untuk para personil Brimob Jabar sendiri akan fokus kepada backup para petugas kewilayahan di lapangan. Kami berharap  baik warga masyarakat maupun petugas lain di lapangan merasa aman dan terlindungi dengan kehadiran Brimob", jelas Yuri.(wnd)

Post A Comment:

0 comments: