E satu.com (Cirebon) -
Upaya menjaga serta menggali situs bersejarah di Desa Karangwangun atau Desa Sasak Karangmangu, Lentera Sasak bersama masyarakat bakal  menggelar napak tilas sejarah  yang ada di Desa Karangwangun Kecamatan Babakan Kabupaten Cirebon.

Menurut Jarot Lentera, Ketua Umum Lentera Sasak, sebagai komunitas yang ingin menggali sejarah - sejarah tentang Tanah Sasak yang akhir-akhir ini sudah mulai dilupakan oleh generasi muda seperti situs makam Dalang, yakni Haji Sulaeman atau Haji Wangsa Gatih atau Dalang Nangling, Sejarah desa Sasak, Sejarah Blok, sejarah sumur keramat atau sumur jala tunda dan sejarah lainnya yang masih ada Hubungannya dengan desa Karangwangun.

"Kita ingin ungkap, peninggalan- peninggalan sejarah yang masih tersisa di desa Karangwangun, tersimpan sejarah panjang masa lalu Sasak, khususnya yang menarik untuk dikembangkan menjadi potensi wisata religi Sasak ataupun situs sejarah ke depannya," kata Jarot Lentera saat berada di gubug perjuangan, kamis (16/3/2022).

Lebih lanjut Bung Jarot sapaan akrabnya menuturkan, berdasarkan sejarah dan cerita masyarakat setempat. Nama Sasak diambil dari bahasa Sunda yang artinya Jembatan.

Tak hanya itu, di desa Sasak juga berkaitan dengan sejarah Pangeran Sutajaya Gebang yang kini menjadi Jalan Pangeran Sutajaya.


Desa Karangwangun selain terdapat situs bersejarah makam Dalang Haji Wangsa Gatih, juga terdapat beberapa situs sejarah di desa ini diantaranya sumur keramat Jala Tunda

"Jadi tujuan wisata sejarah dan religi di Sasak yang di ketahui masyarakat dan wisatawan bukan hanya Makam Dalang H Wangsa Gatih saja. Tapi nanti, akan banyak tujuan-tujuan lain", paparnya.

Dalam kesempatan ini, Lentera Sasak juga mengajak Masyarakat Sasak, Komunitas Cirebon Timur, dan Sekolah-sekolah yang berada di Desa Karangwangun (jrt)

Post A Comment:

0 comments:

AKB

Back To Top