agustusan



E satu.com (Cirebon)
- Masyarakat atau warga desa Keraton Kecamatan Suranenggala Kabupaten Cirebon, beberapa hari yang lalu menggelar tradisi adat ramanan.

Beragam cara dilakukan untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil dari pertanian 

Ditemui e-satu.com, Kamis (7/7/22) Kuwu desa Keraton yang juga Ketua Forum Komunikasi  Kuwu Cirebon (FKKC), Muali, menjelaskan bahwasanya masyarakat desa keraton termasuk warga yang punya sawah di desa setempat tetap melestarikan tradisi adat ramanan sampai sekarang " tradisi turun temurun ini merupakan kegiatan warga yang punya sawah di desa setempat, misalnya di desa keraton ini, sebagai ungkapan rasa syukur " jelasnya.

" Alhamdulillah, pada kegiatan acara adat ramanan, masyarakat atau warga yang memiliki sawah di desa setempat berbondong bondong untuk menghadiri tradisi adat ramanan " tegasnya.

Menurut Kuwu Muali, diacara ini juga, kami tetap melestarikan kesenian dan kebudayaan tradisional serta mamanjatkan doa kepada Allah SWT, ucapnya.

" Terima kasih kepada masyarakat atau warga desa Keraton yang sudah semangat mengikuti tradisi adat ramanan, semoga tradisi adat syukuran ramanan ini memberikan manfaat bagi semua masyarakat atau warga khususnya masyarakat atau warga desa Keraton" kata Muali.

Makna tradisi ramanan, merupakan wujud syukur kepada Allah SWT " saya berharap agar kita semua diberi kenikmatan, selamat dunia dan akhirat serta diberi kemudahan sehingga bisa mendapatkan rezeki melimpah yang berkah " pintanya.

Kami pemerintah desa keraton akan tetap menjaga dan melestarikan adat tradisi salah satunya adat ramanan" acara atau kegiatan ini juga untuk mempererat tali silaturahmi, persaudaraan dan kebersamaan serta kerukunan, disisi lain dengan adanya tradisi adat ramanan, saya berharap agar kita semua selalu ingat kepada Sang pencipta yaitu Allah SWT " pungkas Kuwu desa Keraton yang juga Ketua FKKC kabupaten Cirebon,. Muali.(wnd)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AKB

Back To Top