AKB



E satu.com
Kebanyakan dari mereka-mereka yang mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di suatu wilayah hanya mengedepankan politik praktis untuk sebuah kemenangan dan ini bisa dilihat oleh mata telanjang bahwa suara dukungan hanya seharga nasi lengko, secangkir kopi, sebungkus rokok dan beberapa lembar kertas saja, ini jelas menciderai daripada arti demokrasi.

Mendatangi rumah-rumah warga dan mengkaitkan silsilah keluarga salah satu cara yang efektif dilakukan oleh para calon guna sebuah kekuasaan akan tetapi setelah menjabat silsilah hilang diterpa angin sepoi-sepoi.

Sangat ironis jika pemikiran seorang calon pemimpin melakukan manuver, sibuk mencari suara dukungan dari masyarakat akan tetapi setelah jadi justru sibuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah.

Sedangkan suara aspirasi rakyat tidak dilakukan, baik sebelum atau sesudah menjabat,
Idealnya adalah para calon pemimpin setelah menjabat salah satu kerja awal yaitu mengabdi kepada masyarakat dengan cara  mendatangi rumah-rumah warga untuk mengetahui kondisi masyarakat yang sebenarnya, baik dari segi ekonomi maupun dari status sosialnya agar ketika ada bantuan dari pihak pemerintah pusat tepat sasaran karena sebelumnya sudah mengetahui keadaan sebenarnya dan ini akan lebih mendekatkan diri seorang pemimpin dengan rakjatnya.

Ini bukan soal silsilah atau sanak saudara akan tetapi ini tentang kepentingan masyarakat banyak yang menginginkan sebuah perubahan secara ekonomi ataupun secara status sosial.

Oleh: Warsono
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top