AKB


E satu.com (Cirebon) -
DPRD Kota Cirebon berkomitmen mendukung aspirasi dari ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang ada di Kota Cirebon. Salah satunya adalah tuntutan mengenai penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua DPRD Kota Cirebon, Ruri Tri Lesmana, usai menemui dan mendengarkan langsung aspirasi dari kalangan ojol yang berunjuk rasa di depan Balaikota Cirebon, Rabu (7/9/2022).

Ruri menilai, kondisi yang dialami oleh para pengemudi ojol ini sangat memprihatinkan. Di satu sisi mereka mengeluhkan jumlah pendapatan yang sedang menurun, di sisi lain kondisi mereka semakin diperparah dengan naiknya harga BBM subsidi.

Untuk mengakomodir keresahan dan aspirasi yang disuarakan ratusan pengemudi ojol tersebut, kata Ruri, DPRD bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon akan menyampaikan tuntutan mereka ke pemerintah pusat.

“Langkah yang akan dilakukan DPRD kaitannya dengan penentuan kebijakannya berasal dari pemerintah pusat, kami akan coba sampaikan aspirasi dari ojol yang berupa petisi itu ke pemerintah pusat,” kata Ruri.


Tidak hanya masalah kenaikan harga BBM bersubsidi, DPRD berkomitmen untuk mewujudkan petisi tersebut. Semua aspirasi yang kaitannya bisa diselesaikan oleh DPRD dan Pemda Kota Cirebon akan diupayakan.

“Dari tuntutan dan petisi itu, kami akan memberikan masukan kepada eksekutif dalam hal ini adalah Pemda Kota Cirebon. Bisa saja kami mengubah regulasi yang perlu diubah sesuai petisi tersebut,” jelas Ruri.

Ruri menilai bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh komunitas ojol, mahasiswa, dan elemen masyarakat lainnya adalah contoh dari demokrasi yang sehat. Untuk itu, DPRD dan Pemda Kota Cirebon harus menampung aspirasi mereka.

“Untuk menjadi sebuah ketetapan kita harus berkoordinasi dengan Pemda Kota Cirebon. Berbagai keluhan yang disampaikan oleh ratusan pengemudi ojol ini sebenarnya sangat miris,” ujarnya.

Sedangkan saat proses dialog berlangsung, Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH mengapresiasi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh pengemudi ojol. Sebab, mereka dengan gigih dan berani menyuarakan keresahan yang menyangkut nasib mereka.

Menanggapi tuntutan yang disampaikan oleh ratusan pengemudi ojol tersebut, Azis mengaku Pemda Kota Cirebon akan berusaha menyelesaikan masalah yang memang bisa diselesaikan di tingkat daerah.

Namun, untuk masalah penolakan kenaikan harga BBM bersubsidi Pemda Kota Cirebon dan DPRD bakal menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat.

Untuk saat ini, tambah Azis, Pemda Kota Cirebon sedang berusaha mengantisipasi dampak yang ditimbulkan dari adanya pengurangan subsidi BBM. Sehingga beban masyarakat bisa berkurang.

“Kami meminta beberapa perwakilan ojol untuk mewujudkan petisi ini,” kata Azis.

Sementara itu, Ketua Umum Keluarga Besar Ojol Cirebon, Iswanto menyampaikan, dalam aksi unjuk rasa ini setidaknya beberapa tuntutan disuarakan oleh pengemudi ojol.

Adapun tuntunan itu berisi 11 petisi yang meliputi menolak kenaikan BBM subsidi, meminta status yang jelas untuk profesi ojol, menyamaratakan tarif agar terjadi persaingan yang sehat, dan lainnya.


“Kenaikan BBM bersubsidi ini sangat berdampak kepada kondisi ekonomi kami. Selain BBM, kami juga meminta agar nasib dan profesi ojol lebih diperhatikan lagi oleh Pemda Kota Cirebon,” ucap Iswanto.

Sebagai informasi, saat menemui massa aksi dari ratusan pengemudi ojol, Ketua DPRD, Ruri Tri Lesmana, didampingi oleh Wakil Ketua DPRD, Handarujati Kalamullah SSos, beserta Anggota DPRD yaitu H Karso, Agung Supirno SH, Fitrah Malik, dan dr H Doddy Aryanto MM. (pgh)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top