AKB


E satu.com (Cirebon)
- One Day Seminar Penyuluhan Pencegahan Stunting pada kader kesehatan dilaksanakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Gunung Jati (UGJ) bekerja sama dengan Asosiasi Fakultas Kedokteran Swasta Indonesia (AFKSI) bertempat di Grand Ballroom Lantai 7 Gedung B Kampus IV Jl. Taman No. 2 Kompleks Stadion Bima, Kota Cirebon, Kamis (24/11/22).

Menurut dr. H. Catur Setiya, M.Med. Ed dalam rangka menyambut hari anak sedunia di mana kita berharap FK Kedokteran UGJ dapat membantu pemerintah terutama negara Indonesia tentunya nasional dan pemerintah daerah di wilayah Cirebon, Majalengka, Indramayu, Kuningan untuk bagaimana supaya menekan angka stunting.

" Stunting ini merupakan masalah nasional, diharapkan dengan peran kita sebagai FK Kedokteran itu bisa membantu pemerintah daerah dalam upaya menekan angka stunting " jelas dr. H. Catur Setiya.


" Ini adalah salah satu kegiatan One Day Seminar di mana kami mengundang Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), tim penanggulangan stunting dari Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan, kemudian dinas kesehatan dan dinas terkait dengan BKKBN dan Pemberdayaan Wanita " Katanya.

" Kami juga mengundang seluruh kader di 60 Puskesmas kabupaten dan 22 fasilitas kota serta istilahnya pendamping keluarga di mana kami berusaha memberikan ilmu paparan edukasi " ungkapnya.

Bagaimana cara mereka mengedukasi pada masyarakat terkait dengan stunting dan hari ini kami menghadirkan pakar dokter kandungan, dokter anak, dokter gigi klinik dan prolog " kata dr. H. Catur.

Disampaikan juga bahwa dengan stunting ini tentunya akan merugikan negara karena dengan angka stunting yang tinggi tadi untuk nasional itu 24,4 % itu berpengaruh pada manusia Indonesia nantinya karena ketika stunting itu banyak terdapat di suatu negara suatu negara itu tentunya akan berpengaruh pada generasi penerus bangsa  " jelasnya.


" Stunting itu masalah gizi kronis, terintegrasi juga dengan masalah ekonomi. Berharap ada kerjasama juga dengan fakultas ekonomi, kedokteran - kedokteran dalam penanggulangannya " ucapnya.

Harapannya supaya mereka bisa mendapatkan ilmu tentang edukasi stunting. Ternyata angka stunting di Indonesia lumayan tinggi," tutup dr. H. Catur Setiya. (wnd)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top