Pj Walikota Tangerang

E satu.com (Jakarta)  - Usulan pengajuan almarhum KH Abdul Chalim sebagai Pahlawan Nasional dari Majalengka Provinsi Jawa Barat semakin menguat dan terus dilakukan berbagai elemen masyarakat di seluruh penjuru tanah air.

Kali ini dilaksanakan Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, dengan menggelar seminar nasional di ruang delegasi Gedung Nusantara 5 lantai 2, Senayan Jakarta Pusat, Selasa 18 April 2023. Seminar ini sebagai bagian dari syarat pengusulan gelar pahlawan nasional.

Narasumber pada kesempatan ini yakni Prof Dr Reiza D Dienaputra (Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Padjadjaran). Lalu, Prof Dr H Abdul Halim, M.Ag (Guru Besar Sosiologi Politik UNISA Surabaya) dan KH As'ad Said Ali (Dewan Penasehat Pengurus Pusat Pergunu).

Keynote speaker atau pembicara utama kali ini langsung oleh Ketua Umum Pergunu/Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Umah, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA.

Untuk opening speech, Wakil Ketua MPR RI H Yandri Susanto, S.Pt. Moderator pada acara istimewa ini akan diisi Achmad Zuhri, M.Ikom (Wakil Ketua Umum Pergunu dan Dosen Ilmu Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Pada acara seminar nasional di senayan ini, rombongan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Majalengka Provinsi Jawa Barat, langsung hadir dipimpin langsung Asda Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Majalengka Muhamad Umar Ma'ruf, S.Sos, M.Si.

Asda Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Majalengka Muhamad Umar Ma'ruf, S.Sos, M.Si. Dia menjelaskan, sebelum pelaksanaan seminar hari ini, pihaknya bersama rombongan lainnya sudah bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat HM Ridwan Kamil dan selang bebarapa hari bertemu dengan Menteri Sosial (Mensos) RI Tri Rismaharani.

"Alhamdulillah dari pertemuan itu tim mendapatkan respon positif atas usulan almarhum KH Abdul Chalim Majalengka menjadi pahlawan nasional pada tahun 2023 ini. Kami mohon doa dari warga Majalengka dan masyarakat Indonesia agar KH Abdul Chalim dinobatkan sebagai pahlawan,"pintanya.

Umar menambahkan, seminar kedua ini digelar guna memperkuat sekaligus menindaklanjuti pertemuan dengan Mensos RI. Disamping tujuan utamanya, sebagai salah satu syarat pengusulan KH Abdul Chalim menjadi pahlawan.

Sebab didalam peraturan yang ada, salah satu pemenuhuan persyaratan calon pahlawan di dalam regulasi Undang Undang No. 20 Tahun 2009. Tentang gelar, tanda jasa, dan tanda kehormatan,pemerintah harus menyelenggarakan seminar nasional.

"Seminar pengusulan KH Abdul Chalim ini sebagai calon pahlawan nasional, bertujuan untuk memperoleh pengetahuan dan informasi yang lebih lengkap dan utuh, tentang sosok beliau dari berbagai kalangan masyarakat,"jelasnya.

Selain itu pula, sambung dia, seminar ini pula memiliki maksud dan tujuan, guna melengkapi pesrsyaratan khusus calon pahlawan nasional sebagaimana ditetapkan dalam regulasi. Yakni Undang Undang No. 20 Tahun 2009, Permensos Nomor 15 tahun 2012 tentang Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional.Peraturan Gubernur Jawa Barat No. 102 Tahun 2020 Tentang Peraturan Pelaksanaan Persyaratan Gelar, Tannda Jasa, Dan Tanda Kehormatan Di Daerah Provinsi Jawa Barat.

Turut mendampingi Asda I, Ketua PCNU Kabupaten Majalengka KH Dedi Mulyadi, Camat Leuwimunding, Aay Kandar Nurdiansyah, Ali Nurjaman (Sekdis Dinsos), Mumu Hermawan (Kabid Dayasos Dinsos). Lalu, Didi Pramiadi (Kasie Menangani Kepahlawanan Dinsos), Dr H Heru Hoerudin MPd (Kasi PenMad Kemenag Majalengka) Farida mewakili Kadisdik, Oman Surahman Kabid Disparbud.

Sebelumnya juga, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka sudah melaksanakan seminar serupa di Gedung Abdi Karya Pemkab Majalengka Kamis 30 Maret 2023 lalu. Themanya, pemikiran, pergerakan dan perjuangan keagamaan, kebangsaan, pendidikan, politik, ekonomi untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Narasumber pada kesempatan itu Prof Dr KH Asep Saefudin Chalim, MA (Pengasuh Pondok Pesantren Ammanatul Umat) yang juga putera almarhum KH Abdul Chalim. Kedua, KH Maman Imanulhaq (Anggota DPR RI Komisi VIII). Ketiga, Drs Arif Nahari, M.Si (Direktur Pemberdayaan Kementrian Sosial Kementrian Sosial RI).

Keempat, Prof Dr Agus Mulyana, M.Hum (Ketua Umum Sejarawahan Masyarakat Indonesia). Kelima, Prof Dr. H Abdul Halim, M.Ag (Guru Besar Sejarawan UIN Sunan Ampel Surabaya), dan Keenam, Dr H Muhammad Albarra, LC, M.Hum.

Seminar ini langsung dihadiri Wakil Ketua MPR RI H Yandri Susanto, SPt dan dibuka dihadiri langsung Bupati Majalengka Dr H Karna Sobahi M.MPd dan seluruh para pejabat di lingkungan pemkab, setempat serta tamu undangan lainnya. (pgh) 
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top