E satu.com (Cirebon)
- Kantor Cabang Bulog Cirebon mempunyai target pengadaan yang telah diberikan oleh kantor wilayah (Kanwil) Jabar, dengan total sebanyak 96.500 (Sembilan puluh enam ribu lima ratus) ton.

Dalam Wawancaranya dengan awak media, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Cirebon, Imam Firdaus Zamal mengungkapkan, persediaan itu di gunakan untuk penugasan - penugasan pemerintah ataupun untuk persediaan yang sifatnya komersial di pakai untuk pelaksanaan pencapaian target penjualan.

Karena memang penugasan Bulog itu dimulai dari ketersediaan, keterjangkauan dan stabilisasi, saat ini pun kami sedang melaksanakan fungsi ketersediaan dengan melakukan penyerapan gabah beras. Cirebon merupakan salah satu sentra di Jawa Barat (Jabar)," kata Imam Firdaus 

" Sampai dengan tanggal 10 Mei 2023 realisasi pengadaan kami baik itu Public Service Obligation (PSO) ataupun komersial sebanyak tiga puluh satu ribu ton. Jadi kami berupaya terus untuk melaksanakan penyerapan sebagai salah satu bentuk fungsi ketersediaan dan menjaga stabilitas harga di tingkat produsen. Jangan sampai nanti di wilayah sentra ini apabila memang ada gabah beras yang sesuai kualitasnya dengan ketentuan pemerintah ada yang di bawah harga ketentuan," ungkap Imam Firdaus.

Imam firdaus menambahkan, saat ini kami sedang mendapatkan penugasan dalam hal penyaluran bantuan pangan dalam bentuk beras dari Badan Pangan Nasional (BPN) untuk wilayah kerja Kantor Cabang Bulog Cirebon dengan pagu yang diterima sebanyak enam ribu ton untuk empat kabupaten/kota.

" Penyaluran bantuan pangan dalam bentuk beras ini, akan dilaksanakan selama 3 bulan, mulai dari Maret, April dan Mei. " Selain memang kami mempunyai iron stok ataupun cadangan beras pemerintah yang memang digunakan untuk keperluan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti bencana alam," ungkapnya.

Menurut Imam Firdaus, Perum Bulog saat ini melaksanakan penjualan komersial baik itu beras komersial dengan berbagai macam merk ataupun kebutuhan komoditi lain, bisa bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam hal sifatnya pengendalian inflasi ataupun otlet yang ada menyesuaikan dengan ketersediaan komoditi.


Perum Bulog sebagai pelaksana menjalankan apa yang di perintahkan oleh pemangku kebijakan, baik itu di pemerintahan pusat ataupun pemerintah daerah," tegasnya.

" Untuk pelaksanaan penyaluran bantuan pangan dalam bentuk beras ini kami bekerjasama dengan PT Pos Indonesia sebagai pelaksana transporter. Mudah mudahan dengan adanya penugasan penyaluran bantuan pangan dalam bentuk beras ini, dapat membantu masyarakat secara langsung dan bisa memberikan efek stabilisasi harga, dan semoga apa yang bisa kami laksanakan memberikan manfaat yang sebesar besarnya. Saat ini Perum Bulog mempunyai persediaan beras sekitar 14.807 ton," pungkasnya. (wnd)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top