BPBD

camat

Pj Walikota Tangerang


E satu.com (Indramayu) - Terkait polemik soal pihak Swasta Gudang Praba enggan membayar jumlah tagihan dari Kontraktor. HSR selaku swasta pada beberapa pekan lalu, Minggu ( 19 /11/2023) memberikan tanggapan kepada awakmedia.

Adapun tanggapan yang dilontarkannya melalui pesan singkat What'sApp. HSR mengkalim tidak memiliki tagihan senilai Rp 2 miliar kepada pihak kontraktor BW dari CV Putra Dewandaru.

" 2 M dari mana. Kontrak y aja segitu," ujarnya .

Menurut HSR kontrak yang disepakati hanya Rp1.335.000.000 . Dan ia menjelaskan, bahwa angka tersebut dikeluarkan ketika sudah mencapai progres 100 %.

Terkait value kontrak pembangunan yang tidak ada kop surat, HSR mengaku dirinya bertindak sendiri bersama dengan pihak kontraktor.

" Y. Ngada. Sy. Bertindak. Sendiri dalam pengurusan. Kesepakatan bersama BW, Kan sy yg hendel langsung, " terangnya.

Soal hasil opname hingga mencapai Rp3,6 miliar dianulir oleh HSR. Dalam hal ini, kata dia kesepakatan terjadi secara sepihak.

" Malah sy. Bilang ke orang yg opnam. Nanti dulu. Kontruksi. Blm bisa diitung. Karna. Blm dipasang wermes. Sipil blm bisa diitung. Karna. Masih byk yh blm dilepas. Sama blm dicor, " jelasnya

Dilain sisi, BW Kontraktor Gudang Praba tetep kekeh dengan hasil opname yang sudah dikeluarkan senilai Rp3,6 Miliar. BW mengungkapkan, hitungan yang dikeluarkan oleh HSR itu tidak benar.

" Jadi banyak di manipulasi data sama dia," ujar BW.

Terkait pekerjaan, BW menjamin hasilnya tidak asal-asalan sebab, pelaksanaan selalu dipantau oleh HSR dan anaknya. " Pkerjaan kita semingu kadang 3- 4 kali dikontrol kadang oleh anaknya kadang oleh bu haji kadang oleh pa haji, " ungkap BW.

" Maslah kurang sempurna atau kurang baik kan masih dalam masa pengerjaan.. Kan ada yang namanya pemeliharaan," imbuhnya

Terkait Opname kata BW langsung pihak teknis PU, tentunya bekerja sesuai dengan SOP. Bahkan disaksikan oleh orang HSR dan pihaknya.

Sebelumnya, BW Kontraktor Gudang Praba kepada awakmedia mengungkapkan, pihak swasta berinisial HSR tidak koperatif dan justru berkelit dengan pembayaran.

Untuk kronologis dijelaskan oleh BW, pembangunan gudang praba itu secara kesepakatan kurang lebih Rp 4 Miliar dengan sistem pembayaran pertermin/tahapan.

" Ibu Haji SR ini kan baru membayar sekitar Rp 1,2 Miliar dan Masih ada sisa pembayaran kurang lebih Rp 2 Miliar, angka tersebut diperoleh saat diopname oleh oleh pihak teknis PU yang netral dari mulai tahapan awal totalnya Rp3,2 Miliar " ujar BW.

Diketahui bahwa pembangunan Gudang Praba Jalan Kartiasa Harjamukti sudah mencapai progres 70 persen sejak bulan Juli lalu . Namun kini, pihak swasta HSR enggan bersedia membayar sisa uang yang mestinya dibayarkan kepada pihak kontraktor.

" Kami dari pihak kontraktor sudah berkali-kali mendatangi ibu HSR namun tetap tidak mau membayar sisa uangnya, harapan kami ya pihak swasta segera membayar," ungkapnya


(TKH)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top