E satu.com (Cirebon) -
Politisi PAN Kabupaten Cirebon, Heru Subagia mengkritisi sesi debat yang melibatkan Cawapres malam ini. Heru menyampaikan pesan kepada publik untuk lebih bijak memilih Capres dan Cawapresnya Paska Debat Cawapres yang terakhir kalinya.

Mantan Ketua DPD PAB Kabupaten Cirebon, Heru Subagia menyampaikan pandangannya dalam perspektif kualitas dan kuantitas sosok cawapres.   Menurut Heru l, dalam sesi debat kali ini, menunjukan kwalitas dan identifikasi jati dirinya secara personal serta kesiapanya menjadi Cawapres. Publik dipertontonkan secara gamblang apa yang melekat pada diri seorang cawapres dari berbagai sisi pengelihatan.

"Kita merasa prihatin dan miris sekali tentang performa cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka, yang penampilanya sangat buruk dan memprihatinkan" ujar Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil VIII,usai menggelar nobar debat Cawapres di Jl. by Pass Cirebon, Minggu (21/1/2023) malam. 

Heru menyebut sesi debat ini bukan permainan istilah atau tebak tebakan, akan tetapi soal solusi dan adu gagasan. Heru setuju jika sebuah pertanyaan dan argumentasi dari cawapres berada dalam level policy ( kebijakan) dan solusinya serta strategi -strateginya m

" Saya setuju sekali dengan prof mahmud yang mengatakan debat ini tentang adu gagasan bukan tentang permainan istilah atau tebak tebakan.  Debat cawapres levelnya ide dan gagasan dalam tataran kebijakan bukan dalam istilah " sebutnya. 

Ditambahkan Heru, dengan kondisi perdebatan 3 paslon malam ini menunjukan kelas,kwalitas dan performa Cawapres seberapa hebat dan atusias dia berfikir tentang visi misi kedaulatan pikiran ide dan gagasan. 

" Saya simpulkan prof mahmud mengatakan bahwa level perdebatan ini, pertanyaan dalam perdebatan ini sangat sangat memprihatinkan khususnya paslon 02 baik yang ditujukan ke Muhaimin Iskandar atau Mahfud MD. Heru berfikir jangan- jangan pertanyaan tersebut untuk level SMA atau SMP tidak ada kesesuaian bahwa ranah subjek dari subtansi perdebatan dan juga kualitas  masing paslon sebagai kapasitasnya calonwakil presiden" jelasnya. Heru mengatakan, Wajar saja jika Profesor Mahfud MD menolak menjawab pertanyaan dari  Gibran karena pertanyaan dianggap receh dan tidak perlu dijawab. (Wnd)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top