E satu.com (Jakarta) - Memperingati HUT ke-5, Perempuan Jenggala menggelar kegiatan bakti sosial bazar murah ribuan paket sembako dan bakti kesehatan di seluruh provinsi di Indonesia. Bakti sosial dilakukan untuk membantu masyarakat di tengah melambungnya harga sembako khususnya beres.

Ketua Perempuan Jenggala, Vicky W Kartiwa, secara simbolis menyerahkan sembako murah bagi masyarakat di Grage Hotel, Desa Sangkanurip, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan. Dia mengatakan, bakti sosial bazar murah sembako dilakukan untuk membantu masyarakat di tengah melambungnya harga sembako.

"Kami ingin hadir membantu masyarakat langsung di tengah harga sembako yang melambung saat ini. Kami akan terus hadir hingga bulan ramadan nanti," kata Vicky, Rabu (28/2/2024).

Selain bakti sosial bazar murah, Perempuan Jenggala juga menggelar bakti kesehatan sebagai komitmen membantu meperintah untuk mengentaskan masyarakat dari stunting. Dia menegaskan bahwa mengcegah stunting tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri namun juga seluruh elemen masyarakat tak terkecuali Perempuan Jenggal.

“Tema yang kami usung yakni bazar sembako murah dan Perempuan Jenggala Peduli Sunting. Kami sediakan tiap paketnya berisikan beras seharga Rp52.000/5 kg, terigu Rp10.500/kg, gula Rp16.500/kg dan minyak Rp15.500/kg.,” tambah Vicky.

Lebih lanjut Vicky menerangkan, kegiatan ini juga diisi dengan kegiatan bakti kesehatan yang melibatkan 60 anak terindikasi stunting. Nantinya mereka didampingi selama tiga bulan oleh tenaga kesehatan yang disediakan Perempuan Jenggala.

“Pengecekan dan penambah gizi serta pendamping oleh tim medis kami barikan. Mereka difasilitasi panitia lokal dan melibatkan pihak pemerintahan desa untuk mendata,” katanya.

Vicky, menekankan bahwa kegiatan ini akan terus berlangsung hingga sebelum bulan Ramadhan. Dia berharap agar seluruh kepengurusan lebih solid, kompak, dan tetap memberikan kontribusi dengan tujuan mengabdi untuk negeri.

Pada kesempatan terpisah PJ Bupati Kuningan Haden Iip Hidajat menyampaikan, selamat ulang tahun pada Perempuan Jenggala dan berterimakasih atas andil penanganan stunting yang dilakukan oleh Perempuan Jenggala. Dia mengatakan bahwa pencegahan stunting merupakan program nasional yang dilakukan penanganan lebih awal sejak masa seorang akan menikah.

"Dilakukan lebih awal dimulai dari calon pengantin, sosialisasi dan edukasi kespro remaja dengan edukasi perubahan perilaku hidup sehat yang melibatkan keluarga, multi sketor terkait," jelasnya.

Dia berharap isu stunting yang trending tahun 2019 dapat segera berakhir seiring menurunnya angka stunting tahun 2024. Berbagai perlu dilakukan sebagai upaya untuk mencapai target zero stunting.

Dia menegaskan bahwa atunting disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dan tidak seimbang dalam waktu yang lama sejak sebelum nikah, ibu hamil, bayi dalam kandungan hingga bayi baru dilahirkan.

"Kebijakan terbaru penanganan stunting dilakukan sampai usia bayi 5 tahun, sedangkan tanda-tandanya baru akan terlihat saat anak berusia 2-5 tahun ke atas," jelasnya.

Sebanyak 11 provinsi se-Indonesia yang melakukan bakti sosial dan kesehatan pengurusan Perempuan Jenggala di antaranya Jawa Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali, NTB, Sulsel, Sulteng, Kalteng, Sumut, dan Lampung. (Wnd)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top