BPBD

camat

Pj Walikota Tangerang

E satu.com (Tangerang) - DPC Media Center Indonesia ( MCI ) Kota Tangerang, merupakan salah satu organisasi atau perkumpulan yang selama ini rajin mengkritisi kebijakan - kebijakan pemerintah daerah yang realisasinya kurang sesuai dengan harapan masyarakat. Karena itulah, permohonan tersebut sepertinya kurang mendapatkan respon dari beberapa pemangku kebijakan khususnya Wali Kota dan Wakil Walikota Tangerang. Beberapa kali mengajukan surat permohonan audensi tidak ada yang pernah ditanggapi , mungkin mereka benci, tendensi kepada organisasi atau perkumpulan yang rajin mengkritisi.

Namun, setelah masa jabatannya berakhir dan untuk sementara posisinya digantikan oleh Pj Walikota, DPC Media Center Indonesia ( MCI ) mendapatkan respon yang cukup baik , Surat Permohonan Audensi DPC MCI yang diajukan kepada Pj Walikota dengan cepat ditindaklanjuti dan sudah di agendakan.

" Alhamdulillah , surat permohonan audensi yang ditujukan kepada Pj Walikota di respon dengan cepat oleh beliau, waktu saya menghubungi melalui WhatsApp, beliau menyampaikan bahwa surat tersebut sudah di terima dan sudah dijadwalkan

Beliau sangat bijak , mengerti , objektif dan tidak terbebani oleh kepentingan politik . Mudah - mudahan beliau panjang umur dan senantiasa diberikan kemudahan dalam segala urusan " Kata Ketua DPC MCI Kota Tangerang, Asep Wawan Wibawan, di iringi dengan Do' a .pada Sabtu ( 23/3/2024 )

Lebih lanjut Asep menyampaikan, beberapa kali mengajukan surat permohonan audensi kepada Walikota dan Wakil Walikota tidak pernah direspon, begitupun juga surat permohonan yang diajukan kepada beberapa unsur kedinasan, dari sekian
banyak unsur kedinasan hanya dua dinas yang merespon dengan baik surat permohonan audensi tersebut.

" Sebelumnya surat permohonan Audiens yang kami ajukan tidak pernah di respon . Mungkin karena kami rajin mengkritisi, sehingga mereka tendensi dan akhirnya membenci, namun kami sangat bersyukur, dari sekian banyak unsur kedinasan ada kepala dinas yang sangat bijak dan sangat mengerti dengan kondisi atau dengan posisi kami sebagai kontrol sosial ", ujar Asep.

" Kami mengkritisi bukan berarti benci apalagi bermaksud memprovokasi ,Kami sangat cinta dengan Kota tempat tinggal sendiri. Kritikan yang sering kami sampaikan, dalam bentuk artikel dan ditayangkan di beberapa media Online tentunya dasari tanggung jawab, analisa dan perbandingan dan kritikan yang kami sampaikan, didasari argumentasi, yaitu didasari alasan yang kuat,data, fakta serta pengalaman yang pernah terjadi ", pungkas Asep Wawan Wibawan

( M.Soleh )
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top