E satu.com (Kota Cirebon) - Menteri Sosial Republik Indonesia (RI), Drs. KH. Syaifullah Yusuf, S.I.P, menggelar dialog bersama pilar-pilar sosial di Pendopo Rumah Dinas Bupati Cirebon, Rabu (13/8/2025).

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program prioritas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan.

Syaifullah Yusuf menjelaskan, program ini diperuntukkan khusus bagi keluarga kurang mampu, pra-sejahtera, dan masuk kategori miskin ekstrem, terutama anak-anak yang tidak sekolah, putus sekolah, atau berpotensi putus sekolah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat lebih dari tiga juta anak usia SD hingga SMA di seluruh Indonesia yang saat ini tidak mengenyam pendidikan formal.


“Sekolah Rakyat dikhususkan untuk mereka yang selama ini tidak terbawa dalam proses pembangunan. Penerima manfaatnya tidak melalui pendaftaran umum, melainkan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional,” ujar Syaifullah Yusuf.


Ia menggambarkan kondisi miris di lapangan, di mana dalam satu lingkungan, dua anak berangkat sekolah sementara lima lainnya memulung. Banyak siswa Sekolah Rakyat, katanya, merasakan kebahagiaan luar biasa karena kini mendapatkan makan tiga kali sehari dan dua kali makanan ringan, dibanding sebelumnya yang hanya makan sekali atau dua kali sehari tergantung penghasilan orang tua.

Syaifullah menekankan pentingnya kebijakan afirmatif bagi kelompok rentan agar mereka memiliki kesempatan setara.


“Kalau diperlakukan sama di sekolah umum, mereka tidak akan tampak. Dengan kebijakan khusus, mereka bisa berkembang dan berprestasi,” tegasnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pendamping sosial yang telah bekerja keras mendatangi rumah warga, berdialog dengan orang tua, dan memastikan anak-anak tersebut bisa mengikuti pendidikan.

“Mereka adalah manusia-manusia istimewa, yang walaupun tidak punya apa-apa, tetap berjuang untuk bertahan hidup,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat, kata Mensos, menjadi wujud nyata perhatian Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto untuk mengajak semua pihak menoleh dan peduli kepada warga yang tertinggal dari proses pembangunan.

Sementara itu, Bupati Cirebon, H. Imron, menegaskan bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan sosial, baik melalui partisipasi aktif dalam kegiatan sosial, memberikan bantuan kepada sesama, maupun dengan menunjukkan perilaku positif yang dapat menjadi teladan bagi orang lain.

Menurutnya, pilar-pilar sosial yang ada di kabupaten dan kota merupakan ujung tombak pelaksanaan pendataan dan penanganan masalah sosial. Mereka dinilai memahami kondisi masyarakat secara personal karena bekerja langsung di lapangan.

"Kerja keras dan ketulusan para pekerja sosial di lapangan adalah kunci agar masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah," ujar Imron.


Ia berharap, pilar-pilar sosial mampu menjadi garda terdepan dalam menangani berbagai permasalahan, mulai dari kesehatan, perekonomian, hingga penguatan kehidupan berbangsa.


Pertemuan yang digelar, lanjut Imron, juga menjadi ajang bagi generasi muda di bidang sosial untuk memahami tugas pokok dan fungsi mereka dalam membangun masyarakat.

Bupati menekankan pentingnya pembaruan data kesejahteraan sosial. Hal ini mengingat masih adanya warga penerima bantuan yang sebenarnya sudah meninggal atau sudah tidak memenuhi kriteria, namun belum dilaporkan.

"Kami meminta para pekerja sosial melakukan pembenahan data, agar penyaluran bantuan tepat sasaran," tegasnya. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top