E satu.com (Indramayu) - Banyaknya pungutan yang terjadi di SDN 1 Paoman Indramayu Jawa Barat tahun ajaran 2025/2026 membuat  sejumlah orang tua meradang.  Informasi ini diperoleh pada Sabtu (16/08/2025) dari narasumber yang minta dirahasiakan indentitasnya.

Dari hasil laporan sejumlah orang tua dari mulai kelas I hingga kelas VI bahwa  pihak sekolah begitu masiv meminta kepada orangtua atau walimurid  untuk membayar sejumlah pungutan disekolah itu seperti,  pembiayaan LKS seharga  Rp200 ribu, Buku Paket seharga Rp419 ribu,  biaya ujian Rp50 ribu  dan ditambah  biaya  atribut sekolah.

Menurut wali murid salah seorang  siswa berinisial S  di SDN 1 Paoman yang mengaku keberatan dengan adanya pembiayaan tersebut. 
        " Sejujurnya saya keberatan dengan adanya pungutan itu ditambah pekerjaan saya hanya serabutan," tuturnya.

Dalam hal ini, para orang  mengaku dilemati dan simalakama ketika membeberkan atau mengaduhkan  adanya pungutan yang terjadi dan belum hilang hingga tahun ini. Pasalnya, ketakutan anaknya dibully bahkan diperlakukan berbeda dilingkungan sekolah.

Tentang pungutan LKS, buku paket dan lain sebagainya, informasi juga dikuatkan   keterangan ibu-ibu yang diketahui juga anaknya pada SPMB tahun ajaran 2025/2026 merupakan peserta didik baru disekolah tersebut.

Diungkapkannya, bahwa memang sebelumnya ada yang usul keberatan tentang besaran biaya yang dibebankan kepada masing-masing orang tua siswa. Namun kata dia, bahwa tetap saja  untuk kelas I (satu) ini  pembayarannya kurang lebih antara Rp 700 sampai dengan Rp800 ribu.

       " Jadi tuh sebelumnya dikurangi seperti biaya LKS dan segala macamnya. Tetap saja kelas 1 karena untuk belajarnya apa sih. Kemudian dikurangi jadi kita menghabiskan kurang lebih kalau tidak salah  tujuh ratus atau delapan ratus. Seperti bayar buku, bet  dan segala macamnya," ungkap ibu-ibu itu.

“Sekolah ini bukan sekolah elit. Tapi kenapa pungutannya mencekik seperti ini? Kalau sekolah swasta atau favorit sih wajar. Ini kan sekolah negeri biasa,” imbuhnya.

Lebih lanjut,  penelusuran informasi pungutan di SDN 1 Paoman ini terungkap diantaranya adanya selembar kertas tentang uraian pembiayaan untuk  buku paket sebanyak 6  bh ( kelas V ) terdiri dari buku Indonesia seharga Rp66.000, buku matematika sejarah Rp66.000, buku PPKN seharga Rp53.000,  buku IPAS Jilid A seharga Rp67.000, buku IPAS Jilid B seharga Rp67.000 dan tambah buku bahasa Indramayu seharga Rp100.000.  Sehingga totalnya senilai Rp419.000. 

Kemudian, adanya daftar  murid yang telah membayar sejumlah pungutan disekolah itu. Ternyata,  bukan hanya buku paket tetapi ada pungutan lainnya seperti, buku latihan, pembiayaan seragam sekolah dan bet. Ironisnya juga pihak sekolah mewajibkan siswa membayar iuran pramuka sebesar Rp 5.000 per bulan, meskipun kegiatan pramuka tidak rutin diadakan. Selain itu, setiap Senin dan Jumat siswa diminta membayar uang infak Rp 2.000, serta iuran kas kelas Rp 2.000.

Diketahui  bahwa  SDN 1 Paoman terletak di jalan Paoman Utara Indramayu dengan keseluruhan jumlah peserta didiknya sebanyak 316 siswa terdiri   dari 7 rombel. 

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Untung Aryanto, saat dikonfirmasi wartawan pada Sabtu (16/8), mengaku terkejut atas banyaknya laporan pungutan tersebut.

“Apapun alasannya, pungutan seperti itu tidak dibenarkan dan jelas dilarang. Kami akan segera memanggil Kepala SDN 1 Paoman untuk dimintai klarifikasi. Jika ditemukan unsur pungli, kasus ini akan kami serahkan ke Inspektorat Kabupaten Indramayu untuk ditindaklanjuti,” tegas Untung. (Tri KH)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top