E satu.com (Indramayu) -  Warga kelurahan Karangmalang, Kabupaten Indramayu, dibuat resah dengan keberadaan limbah dapur dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibuang sembarangan ke saluran got pemukiman. Alih-alih membawa manfaat, program pemerintah ini justru menimbulkan persoalan baru di lingkungan.

Sejumlah warga mengeluhkan bau menyengat dan aliran got yang tersumbat akibat sisa minyak, air cucian, dan kotoran dapur yang langsung dialirkan tanpa pengolahan.

“Got jadi hitam, bau sekali. Airnya mampet karena banyak lemak dan sisa makanan,” ujar AM salah satu warga, Selasa (3/9/2025).

Padahal, sesuai ketentuan Permenkes No. 1096/2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga, setiap dapur penyelenggara makanan wajib memiliki sarana pembuangan limbah yang aman dan tidak mencemari lingkungan. Fakta di lapangan menunjukkan, dapur MBG di Karangmalang tidak dilengkapi instalasi pengolahan limbah cair (IPAL) maupun grease trap, sehingga limbah langsung dialirkan ke got warga.


Kondisi ini dikhawatirkan memicu penyakit menular berbasis lingkungan, seperti diare, demam tifoid, hingga penyakit kulit. Apalagi, dapur tersebut setiap hari mengolah makanan untuk ratusan anak sekolah dalam rangka program makan siang gratis pemerintah.


Hingga kini, pihak pengelola Dapur MBG Kelurahan Karangmalang, CV. Fajar
belum memberikan penjelasan resmi terkait temuan tersebut. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar program MBG benar-benar membawa manfaat, bukan justru menambah masalah kesehatan dan lingkungan. (Tkh)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top