
E satu.com (Cirebon) - Seniman sekaligus dalang asal Kabupaten Cirebon, Rudi Hadira, menegaskan bahwa kesenian wayang bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga sarana pendidikan dan pencerahan bagi masyarakat. Menurutnya, seorang dalang dituntut mampu berperan sebagai juru penerang, juru dakwah, sekaligus juru penghibur.
“Wayang itu bukan hanya tontonan, tapi juga tuntunan. Dalang harus bisa memberikan nilai moral, pesan kebajikan, sekaligus hiburan yang mengena di hati penonton,” ungkap Rudi, saat ditemui di Cirebon.
Namun, Rudi tak menampik bahwa di era digitalisasi saat ini, peminat seni wayang kulit mulai berkurang. Jika dulu pementasan wayang kerap menjadi tontonan utama dalam berbagai acara adat seperti mapag sri, sedekah bumi, khaul buyut, hingga hajatan masyarakat, kini panggung wayang lebih jarang digelar dan penonton pun berkurang drastis.
Meski demikian, cerita-cerita yang dibawakan dalam pertunjukan wayang tetap mempertahankan akar budaya. Kisah Mahabharata dan Ramayana masih menjadi sumber utama lakon, meski sering dikemas dengan inovasi yang disesuaikan dengan kondisi kekinian.
Fenomena serupa juga dirasakan Sanggar Tri Tunggal Budaya, yang berlokasi di Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Sanggar ini dulunya ramai dengan pementasan wayang, namun belakangan jumlah penonton menurun.
Sebagai upaya menghadapi tantangan zaman, sanggar ini melakukan inovasi dengan menampilkan pementasan kolaborasi antara wayang kulit dan wayang wong. Harapannya, pertunjukan yang lebih segar dan interaktif ini bisa menarik minat generasi muda sekaligus mempertahankan eksistensi seni tradisi Cirebon.
“Kalau tidak berinovasi, seni tradisi bisa ditinggalkan. Dengan kolaborasi wayang kulit dan wayang wong, kami ingin memberi pengalaman berbeda kepada penonton,” tambah Rudi.
Upaya tersebut menjadi bukti bahwa seniman Cirebon tak tinggal diam menghadapi tantangan digitalisasi, tetapi terus mencari cara agar warisan budaya leluhur tetap hidup dan relevan di tengah perubahan zaman. ( Als )











.webp)











Post A Comment:
0 comments: