E satu.com (Cirebon) - Sejumlah veteran,PEPABRI, organisasi masyarakat, serta elemen TNI-Polri menggelar ziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Cirebon dalam rangka memperingati peristiwa kelam G30S/PKI.
Ketua GM FKPPI Kota Cirebon, Dany Jaelani, menegaskan bahwa peringatan ini bukan hanya seremonial, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya laten komunis di Indonesia.
“Peristiwa G30S/PKI menjadi pelajaran sejarah bahwa bangsa ini harus terus waspada terhadap ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Kewaspadaan itu perlu diwujudkan dalam berbagai langkah strategis oleh pemerintah maupun masyarakat,” ujar Dany, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, bentuk kewaspadaan tersebut mencakup pengawasan ketat terhadap kegiatan yang berpotensi menyebarkan ideologi komunis, peningkatan pendidikan ideologi Pancasila, hingga kerja sama intelijen dengan negara lain untuk memantau gerakan yang masih beroperasi secara tersembunyi.
Selain itu, pengawasan media dan dunia pendidikan juga dianggap penting untuk mencegah propaganda atau penyebaran paham yang berlawanan dengan ideologi negara.
“Generasi muda harus dibekali dengan pendidikan sejarah, termasuk pemahaman tentang bahaya laten PKI, agar tidak mudah terpengaruh,” ungkapnya.
Dalam konteks hukum dan sejarah, Indonesia telah memiliki sejumlah aturan sebagai landasan kewaspadaan nasional, di antaranya:
Tap MPR RI No. XXV/MPRS/1966 yang mencanangkan komunisme sebagai bahaya laten bagi bangsa.
Tap MPR RI No. II/MPR/1978 tentang P-4 yang mengamanatkan penghayatan dan pengamalan Pancasila.
Inpres No. 10 Tahun 1982 tentang pelaksanaan kewaspadaan nasional terhadap bahaya laten komunis.
Peringatan G30S/PKI di Cirebon ini menjadi momentum untuk merefleksikan kembali sejarah bangsa sekaligus memperkuat komitmen menjaga ideologi Pancasila dari rongrongan ideologi yang dapat memecah belah bangsa.
Sementara itu, Mayor (Purn) R. Denny Hikmat Nurjaman yang turut hadir bersama pimpinan ziarah Kol (Purn) Suyatno mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang kembali sejarah kelam bangsa Indonesia pada 30 September 1965. Saat itu, Partai Komunis Indonesia (PKI) berupaya mengambil alih pemerintahan sah dan mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi komunis.
" Ziarah ini bentuk penghormatan kita kepada para pahlawan yang gugur baik pada peristiwa 1965 maupun yang lainnya. Selain tabur bunga, kita juga berdoa untuk keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945," ujar Denny.
Ia berharap generasi muda tidak melupakan sejarah.
" Pesan kami, jangan sekali - kali melupakan sejarah atau jas merah. Generasi muda harus terus menjaga semangat kebangsaan," ungkapnya. (wandi)










.webp)











Post A Comment:
0 comments: