E satu.com (Cirebon) - Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Pendidikan dan Sains (FPS) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon menggelar kegiatan Sumpah Profesi Guru PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung di Grage Hotel Cirebon, Selasa (20/1/2026).

Dekan FPS UGJ Cirebon, Dr. Endang Herawan, MM, menyampaikan bahwa jumlah peserta yang dinyatakan lulus sebanyak 1.413 orang, dengan 117 peserta hadir secara langsung yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.

“Yang mengikuti secara daring melalui Zoom dari Sabang sampai Merauke,” ujar Dr. Endang.

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 FPS UGJ Cirebon mendapat kepercayaan untuk menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru bagi sekitar 4.300 peserta.

Endang menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan yang telah memberikan kesempatan kepada mahasiswa UGJ untuk menjadi guru pamong di sekolah.

“Sebanyak 99,9 persen peserta dinyatakan lulus. Guru tertentu diambil sumpahnya dari Sabang sampai Merauke. Bahkan tahun lalu UGJ terpilih sebagai penyelenggara PPG terbaik peringkat ketiga. Atas kepercayaan ini, UGJ akan terus berkomitmen menjaga kualitas,” ungkapnya.

FPS UGJ Cirebon saat ini memiliki lima program studi, yakni Pendidikan Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Sementara itu, Rektor UGJ Cirebon, Prof. Dr. Achmad Faqih, SP., MM, mengapresiasi pelaksanaan sumpah profesi guru PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2025.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk meneguhkan ikrar pengabdian seorang guru.

“Sumpah ini mengandung amanah besar sebagai pendidik dan pembimbing. Di pundak para guru, bangsa dan negara menitipkan generasi penerus untuk dibentuk menjadi generasi yang cerdas dan berkarakter,” ujarnya.

Ia berharap ke depan UGJ dapat turut mencetak generasi penerus yang mampu menjadi pemimpin bangsa di tingkat dunia. Menyongsong Indonesia Emas 2045, menurutnya, generasi muda harus mampu menguasai teknologi.

“Bukan hanya menggunakan teknologi, tetapi harus mampu menciptakan teknologi,” tegasnya.


Prof. Achmad Faqih juga menekankan bahwa profesi guru merupakan kompas moral bagi peserta didik dan menjadi amal jariah yang pahalanya mengalir sepanjang hayat.


Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Kadini, S.Sos., MAP, berharap sumpah profesi guru dapat menanamkan nilai karakter dan keteladanan bagi peserta didik di sekolah.

“Guru harus mampu mendidik siswa secara berkualitas, apalagi di era globalisasi saat ini anak-anak SD dan SMP sudah dapat melihat dunia melalui media digital,” katanya.

Ia menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan, khususnya dalam penggunaan gawai.

Menurutnya, Dinas Pendidikan Kota Cirebon telah menerima laporan adanya penyimpangan penggunaan gadget di kalangan pelajar.

“Di sekolah anak-anak dilarang menggunakan handphone, namun ada dilema ketika pulang sekolah karena sebagian membutuhkan ponsel untuk keperluan transportasi daring. Di sinilah peran guru untuk mengarahkan siswa agar bijak menggunakan handphone,” pungkasnya. (Wandi)

https://ugj.ac.id/
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top