E satu.com (Cirebon) -
Suasana khidmat dan penuh syahdu menyelimuti kompleks Musholla Al Ijtihad di Desa Gintung Lor. Di bawah tenda-tenda yang terpasang rapi, ratusan jamaah dari berbagai usia duduk bersila, menyimak dengan khidmat lantunan ayat suci Al-Qur’an dan wejangan para ulama. Acara ini bukan sekadar pengajian rutin semata, melainkan sebuah perhelatan istimewa dalam rangka memperingati satu abad (100 tahun) berdirinya Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia yang mengakar kuat di kehidupan warga.

Peringatan seabad NU di tingkat akar rumput seperti di Musholla Al Ijtihad ini memiliki makna yang sangat dalam. Acara yang mengusung tema “Merawat Warisan Ulama, Memperkuat Kebhinekaan” ini menjadi refleksi nyata bagaimana nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) yang diusung NU telah hidup dan menyatu dalam denyut nadi masyarakat desa.

“Ini adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT. 100 tahun NU bukan sekadar angka, tapi perjalanan panjang menjaga Islam yang ramah, moderat, dan mencintai tanah air,” ujar KH. Nurul Mubin, salah satu Dewan Kemakmuran Musholla menyampaikan dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya melanjutkan perjuangan para pendiri NU, seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Wahab Hasbullah, dalam mendakwahkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an oleh santri-santri muda setempat, diikuti dengan sholawat Nabi serta dzariah yang menggema menyatukan hati yang di meriahkan oleh Grup Hadroh Jam'iyyah Al-Badriyyah. 

Kemeriahan juga tampak dari kehadiran ibu-ibu yang menyiapkan hidangan untuk seluruh jamaah, mencerminkan semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat nahdliyin.

Selain peringatan seabad NU, Musholla Al Ijtihad juga memperingati berbagai haul, yakni : 
1. Haul Sesepuh Masyarakat Blok Cirago Kalimati
2. Haul Jam'iyah Asmaul Husna 
3. Haul Jam'iyah Bani Zuber
4. Haul Jam'iyah Rotibul 'Athos & Waqi'ah

Rangkalian acara ini dimulai pada tanggal 27 - 28 Januari 2026, dari simaan Al-Qur'an pada malam Rabu, dan pada Rabu siang Gema Sholawat dan Pengajian yang di sampaikan oleh KH. Jamaludin Kahfi, dari Bongas, Indramayu.

Dalam pengajiannya banyak poin yanh disampaikan dan poin yang disebutkan salah satunya yakni bahwa ada 4 kunci keberkahan yakni, Dzikir, Membaca Ayat Suci Al-Qur'an, Tawadu', serta Shodaqoh. Dimana poin-poin tersebut hanya terdapat 1 paket dalam Jam'iyyah NU ketika mengadakan rutinan.


Peringatan 1 Abad NU di Musholla Al Ijtihad ini merupakan gambaran kecil dari ribuan kegiatan serupa yang digelar di seluruh penjuru Nusantara. Ia menjadi bukti bahwa NU tidak hanya ada di tingkat pusat atau kota besar, tetapi justru hidup dan bernafas di musholla-musholla, langgar, dan pesantren-pesantren kecil di desa.

Di tengah arus perubahan zaman dan tantangan global, pengajian seperti ini berfungsi sebagai peneguh jati diri. Ia mengingatkan bahwa Islam Nusantara yang diajarkan NU adalah Islam yang menghargai budaya, menjaga kedamaian, dan setia pada prinsip hlan nahnu abnaa’u hadzihid diyar (kita adalah anak-anak negeri ini).

Sebagai penutup acara, seluruh jamaah bersama-sama membaca doa untuk keselamatan bangsa dan negara, dipimpin oleh para kiai. Dan di tutup pengajian oleh KH. Marzuki Ahal dari Ponpes Babakan, Ciwaringin.

Suara mereka bersatu dalam harmoni, mendoakan Indonesia yang damai dan sejahtera. Peringatan 1 Abad NU di Musholla Al Ijtihad Desa Gintung Lor pun ditutup dengan santapan bersama, menguatkan kembali tali silaturahmi dan semangat kebersamaan yang menjadi pondasi utama Nahdlatul Ulama selama seabad berkhidmat untuk agama, bangsa, dan negara. (MLK)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top