E satu.com (Cirebon) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas sebagai bagian dari upaya penguatan ekonomi daerah.
Komitmen bersama tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan “Satu Visi Mall UKM Coffee Fest 2026”, yang bertujuan mempercepat pengembangan usaha petani dan pelaku UMKM kopi di Kota Cirebon agar memiliki daya saing kuat, berkelanjutan, serta mampu memperluas akses pasar dan pembiayaan formal.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Talkshow Literasi Keuangan yang diikuti sekitar 100 peserta dari kalangan pelaku UMKM dan pelajar.
Talkshow yang digelar di Mall UMKM Kota Cirebon, Rabu (21/1/2026) ini menghadirkan Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Kepala Kantor Perwakilan BI Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis, serta perwakilan Lembaga Jasa Keuangan (LJK).
Dalam paparannya, para narasumber menekankan pentingnya literasi dan inklusi keuangan sebagai fondasi utama dalam pengembangan usaha, khususnya bagi UMKM agar mampu tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, dalam keynote speech menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia, dan Lembaga Jasa Keuangan dalam mendukung UMKM.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan bagi UMKM.
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan kapasitas UMKM di Kota Cirebon agar tumbuh lebih kuat dan berdaya saing,” ujar Iing.
Sementara itu, Wihujeng Ayu Rengganis menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam mendorong UMKM naik kelas melalui berbagai inisiatif, di antaranya riset dan penyediaan informasi Komoditi/Produk/Jenis Usaha (KPJU) unggulan daerah yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha sebagai dasar pengembangan bisnis.
“Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan UMKM yang produktif, inovatif, memiliki pemahaman keuangan yang baik, serta akses pembiayaan yang memadai sebagai penggerak ekonomi daerah,” katanya.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menambahkan, OJK hadir untuk mendampingi dan berjalan bersama pelaku UMKM dalam mewujudkan UMKM naik kelas secara optimal. OJK berperan dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, memperkuat perlindungan konsumen, serta mendorong Lembaga Jasa Keuangan menyediakan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM.
“Kami ingin menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan sehingga UMKM dapat berkembang tanpa terjebak praktik keuangan ilegal,” tegas Agus.
Kegiatan ini juga didukung partisipasi aktif Lembaga Jasa Keuangan yang memperkenalkan berbagai produk dan layanan keuangan, termasuk pembiayaan dan layanan perbankan. Melalui sesi business matching, pelaku UMKM diharapkan dapat lebih mudah mengakses lembaga keuangan formal.
Secara keseluruhan, talkshow ini menjadi wadah diskusi dan berbagi wawasan bagi pelaku UMKM di Kota Cirebon untuk meningkatkan kapasitas usaha melalui pemahaman literasi, inklusi, dan akses keuangan.
Melalui kegiatan ini, OJK Cirebon, Bank Indonesia Cirebon, dan DKUKMPP Kota Cirebon menegaskan komitmen untuk terus menjalin kolaborasi yang komunikatif dan saling mendukung demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (Wandi)



.jpeg)






.webp)












Post A Comment:
0 comments: