E satu.com (Tangerang) -
Tanggul Kali Angke jebol dan menyebabkan banjir merendam Perumahan Pinang Griya Permai, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Jumat (23/1/2026).

Akibat kejadian tersebut, air menggenangi permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai sekitar 100 sentimeter pada Jumat sore.

Genangan air tidak hanya menutup jalan lingkungan, tetapi juga masuk ke dalam rumah-rumah warga. Kondisi banjir disebut terus memburuk seiring dengan jebolnya tanggul yang berada di sisi belakang permukiman.

Salah satu warga, Ali (40), mengatakan ketinggian air di perumahan itu terus bertambah sejak tanggul Kali Angke jebol. Meski kenaikannya tidak terjadi secara cepat, air terus masuk ke kawasan permukiman.

“Naiknya memang pelan, tapi pasti. Air masuk terus sementara keluarnya sedikit,” ujar Ali saat ditemui Kompas.com di lokasi.

Ali menjelaskan, tanggul yang jebol berada di belakang rumah warga RW 8. Menurut dia, konstruksi tanggul tersebut menempel langsung dengan tembok rumah warga sehingga kondisinya rentan rusak.

“Tanggulnya itu nempel sama tembok rumah warga. Jadi bukan tanggul cor penuh, tapi dekat banget sama rumah,” kata dia.

Peristiwa jebolnya tanggul terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, Ali mengetahui kejadian tersebut dari video yang dibagikan di grup WhatsApp warga. Dari video tersebut terlihat air keluar dari bagian belakang rumah warga yang berbatasan langsung dengan Kali Angke.

Sejak tanggul jebol, air kali mulai meluap ke permukiman sekitar pukul 07.00 WIB. Ali menyebut, banjir di bagian depan perumahan awalnya hanya setinggi mata kaki sebelum terus meningkat.

“Kalau di depan rumah saya (bagian depan perumahan) awalnya masih mata kaki sekitar jam 07.00 WIB. Lama-lama naik terus sampai sekarang sudah selutut,” ujar Ali.

Kondisi banjir diperparah oleh hujan lokal yang masih turun di sekitar kawasan perumahan. Selain itu, struktur tanggul yang menyatu dengan rumah warga dinilai sangat mengkhawatirkan.

Menurut Ali, dinding rumah warga umumnya hanya terbuat dari bata, berbeda dengan tanggul beton yang lebih kuat dan dirancang menahan tekanan air.

“Ngerinya kalau terus digerus, rumahnya bisa ambruk. Kalau sudah patah, semuanya ikut. Saya enggak tau lagi deh kalau sampai seperti itu,” jelas dia.

Mengantisipasi potensi banjir yang semakin parah, Ali bersama keluarganya memilih bersiap melakukan evakuasi mandiri. Langkah tersebut dilakukan mengingat di rumahnya terdapat bayi dan orang tua yang sudah lanjut usia.

“Saya punya bayi dan ibu juga sudah lansia, jadi dari pagi kami sudah beres-beres. Barang-barang penting dan elektronik sudah dinaikkan ke lantai dua,” kata Ali.

Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan permanen terhadap tanggul Kali Angke yang jebol. Menurut Ali, perbaikan harus dilakukan dengan konstruksi yang lebih kuat dan tinggi agar kejadian serupa tidak terulang.

“Bagusnya diperbaiki karena sebelumnya pernah jebol juga tapi bukan yang tanggul ini, waktu itu di bagian agak depannya. Sekarang tanggul itu udah tinggi banget, sekitar tiga meter. Kalau yang ini mah paling cuma 1,5 meter,” ucap dia.

( AWW )
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top