E satu.com (Cirebon) - 
Pemerintah Kota Cirebon, lanjut Wali Kota, berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan fasilitas kesehatan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Pembangunan gedung rawat inap baru RS Pelabuhan dinilai sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan bahagia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada manajemen PT Rumah Sakit Pelabuhan dan Pertamina Bina Medika IHC atas langkah strategis tersebut.


Menurutnya, perluasan fasilitas ini menjadi bukti nyata komitmen RS Pelabuhan dalam menjawab kebutuhan dan ekspektasi masyarakat yang terus berkembang.


“Saya berbangga, konsep pembangunan ini sangat membantu pemerintah. Terima kasih sudah membantu warga. Ke depan, manfaatnya tidak hanya untuk warga Kota Cirebon, tetapi juga masyarakat dari luar kota,” ungkapnya.

Wali Kota menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari tingkat kesehatan masyarakat.

Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi wilayah Ciayumajakuning, Kota Cirebon menghadapi tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks, mulai dari kenyamanan fasilitas hingga daya tampung rumah sakit.
Pembangunan gedung baru ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem layanan kesehatan di Kota Cirebon.

Wali Kota juga menitipkan pesan agar konsep pembangunan selaras dengan semangat Smart City, dengan mengedepankan efisiensi dan digitalisasi layanan kesehatan. Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pelayanan yang humanis sebagai “ruh” utama rumah sakit.

“Jadikan RS Pelabuhan sebagai tempat di mana setiap pasien merasa diayomi, didengarkan, dan dilayani dengan penuh kasih sayang,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur RS Pelabuhan, dr. Otto Berhen Kawanda, menjelaskan bahwa pembangunan gedung rawat inap baru merupakan bagian dari rencana jangka panjang yang telah disusun sejak lama. Sejak berdiri dan melayani masyarakat pada 1978, RS Pelabuhan terus berupaya meningkatkan fasilitas demi menjawab kebutuhan layanan kesehatan.


“Kami merencanakan total tempat tidur mencapai 232 unit. Pembangunan dilakukan dalam tiga tahap, tahap pertama dimulai tahun 2026, tahap kedua 2028, dan tahap ketiga 2030,” jelas dr. Otto.


Gedung baru tersebut akan dilengkapi berbagai fasilitas modern, seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD), laboratorium, radiologi, poliklinik rawat jalan, kamar operasi, serta layanan perawatan intensif seperti ICU, ICCU, dan HCU.

Dengan pengembangan ini, RS Pelabuhan diharapkan semakin berperan dalam memperkuat sistem kesehatan di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

“Mudah-mudahan kolaborasi antara RS Pelabuhan dan Pemerintah Kota Cirebon dapat menjamin masa depan kesehatan masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top