E satu.com (Indramayu) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, khususnya bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan purna PMI.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Peningkatan Kemandirian Keuangan PMI yang digelar di Swiss-Belinn Hotel, Kabupaten Indramayu, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 300 peserta yang berasal dari empat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Kabupaten Indramayu, yakni LPK Itsuka Juu, LPK Hanaman Nihon, LPK Jirutsu, dan LPK Kaina. Sosialisasi tersebut merupakan bagian dari implementasi program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Indramayu yang dilaksanakan secara sinergis bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK).
Acara ini dihadiri oleh Bupati Indramayu Lucky Hakim, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Indramayu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, serta pimpinan LJK, yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Cabang Indramayu. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menegaskan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat perlindungan dan pemberdayaan PMI.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib menekankan pentingnya kesiapan keuangan bagi calon PMI sejak sebelum keberangkatan ke luar negeri.
“PMI merupakan pahlawan devisa yang memiliki kontribusi besar sebagai penggerak ekonomi keluarga, daerah, dan nasional. Oleh karena itu, OJK Cirebon mendorong agar para PMI tidak hanya siap secara keterampilan kerja, tetapi juga memiliki literasi dan akses keuangan yang memadai agar mampu mengelola penghasilan secara bijak, aman, dan berkelanjutan, serta terhindar dari berbagai risiko keuangan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Indramayu Lucky Hakim yang secara resmi membuka kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas sinergi OJK Cirebon, TPAKD Kabupaten Indramayu, dan seluruh pemangku kepentingan dalam meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan PMI asal Indramayu.
“Pemerintah Kabupaten Indramayu berkomitmen melindungi dan memberdayakan PMI mulai dari tahap pra-penempatan hingga purna penempatan. Melalui edukasi keuangan ini, kami berharap calon PMI lebih mandiri dalam mengelola keuangannya dan terhindar dari risiko keuangan yang tidak diinginkan,” kata Lucky Hakim.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi tanpa risiko.
Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan legalitas produk dan lembaga jasa keuangan melalui kanal resmi OJK serta hanya menggunakan layanan dari lembaga yang berizin dan diawasi OJK.
Sebagai inti kegiatan, peserta memperoleh edukasi keuangan yang disampaikan oleh Asisten Direktur OJK Cirebon Tesar Pratama Gustarsjidi dan perwakilan BNI Cabang Indramayu Hari Prihantoro.
Materi meliputi pengenalan produk dan layanan jasa keuangan, pengelolaan keuangan yang sehat, perencanaan keuangan, serta pentingnya menggunakan produk keuangan formal yang aman dan terlindungi.
Ke depan, OJK Cirebon bersama TPAKD Kabupaten Indramayu dan LJK akan terus mendorong program inklusi keuangan secara berkelanjutan agar pemanfaatan produk dan layanan keuangan dapat dirasakan secara nyata oleh para PMI.
Melalui kegiatan ini, OJK Cirebon berharap para calon PMI memiliki pemahaman yang lebih komprehensif terkait pengelolaan keuangan dan perencanaan masa depan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga serta mendukung kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di Kabupaten Indramayu. (Wandi)











.webp)












Post A Comment:
0 comments: