E satu.com (Cirebon) - Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Universitas Islam Bunga Bangsa (UIBB) Cirebon menggelar seminar literasi keuangan digital dan pencegahan kejahatan siber di Desa Melakasari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat agar lebih aman dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.

Seminar mengusung tema "Meningkatkan Literasi Keuangan Digital dan Ketahanan Nasional melalui Edukasi Digital serta Pencegahan Kejahatan Siber".

Acara dibuka Ketua KPM Desa Melakasari, Diva Melshandy, bersama Kuwu Desa Melakasari, Shocibi, serta dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga.


Ketua KPM Desa Melakasari, Diva Melshandy, mengatakan penggunaan teknologi digital yang semakin masif harus diimbangi dengan pemahaman mengenai risiko kejahatan siber.


"Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga memahami risiko yang menyertainya.
Harapannya, masyarakat semakin cerdas dalam bertransaksi secara digital dan mampu melindungi diri dari berbagai bentuk kejahatan siber," kata Diva.

Kuwu Desa Melakasari, Shocibi, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KPM yang menggandeng OJK Cirebon dan Polsek Gebang sebagai narasumber.

Menurutnya, edukasi semacam ini sangat dibutuhkan masyarakat di tengah meningkatnya penggunaan layanan digital.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa KPM dan para narasumber yang telah memberikan ilmu kepada masyarakat. Edukasi seperti ini sangat dibutuhkan karena hampir seluruh aktivitas sekarang sudah menggunakan teknologi digital. Warga harus mengetahui cara bertransaksi yang aman agar tidak menjadi korban penipuan," ujarnya.

Dalam seminar tersebut, perwakilan OJK Cirebon, Dilah, mengingatkan masyarakat agar selalu menggunakan layanan keuangan yang legal dan diawasi OJK. Ia juga mengimbau masyarakat menjaga kerahasiaan data pribadi saat bertransaksi.

"Jangan mudah tergiur tawaran investasi dengan keuntungan yang tidak masuk akal atau pinjaman online yang tidak berizin. Pastikan selalu menggunakan layanan yang resmi dan diawasi OJK. Selain itu, jangan pernah memberikan PIN, password, maupun kode OTP kepada siapa pun," tegas Dilah.

Menurutnya, literasi keuangan yang baik menjadi benteng utama untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan digital.

"Semakin tinggi literasi keuangan masyarakat, semakin kecil peluang pelaku kejahatan memanfaatkan ketidaktahuan korban. Karena itu kami terus mendorong masyarakat untuk selalu mengecek legalitas setiap layanan keuangan sebelum menggunakannya," tambahnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Gebang, Yahya, memaparkan berbagai modus kejahatan siber yang kini marak terjadi, mulai dari phishing, pencurian data pribadi, peretasan akun media sosial, hingga penipuan melalui aplikasi pesan instan.


"Pelaku kejahatan siber terus mengembangkan berbagai modus baru. Masyarakat harus lebih waspada terhadap tautan yang mencurigakan, jangan sembarangan mengunduh aplikasi, dan jangan pernah memberikan data pribadi kepada orang yang tidak dikenal," kata Yahya.


Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melapor ke kepolisian apabila menjadi korban atau mengetahui adanya tindak kejahatan siber.

"Apabila menjadi korban, jangan ragu untuk segera melapor. Semakin cepat dilaporkan, semakin besar peluang kami untuk melakukan penelusuran dan meminimalkan kerugian yang dialami korban," pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KPM UIBB Cirebon berharap masyarakat Desa Melakasari semakin memahami pentingnya literasi keuangan digital, mampu mengenali berbagai modus kejahatan siber, serta lebih bijak dan aman dalam memanfaatkan teknologi di era digital. (Wandi)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top