E satu.com (Cirebon) -
Ratusan warga memadati Keraton Kacirebonan untuk mengikuti tradisi Siraman Panjang, bagian dari rangkaian menuju acara Panjang Jimat. Antusiasme terlihat saat warga berebut mendapatkan air cucian dari tujuh piring jimat yang sudah disucikan.

Suasana sempat ramai dengan sebagian warga berdesakan. Mereka, yang telah menunggu sejak pagi, berusaha mendapatkan air dari cucian pusaka tersebut. Banyak yang membawa wadah untuk menampung air yang diyakini mengandung keberkahan atau karohmah.

Salah satu warga, Karmita, mengungkapkan bahwa dia sudah datang sejak pukul 07.00 pagi. Dia rela berdesak-desakan bersama warga lain demi memperoleh air siraman tersebut.


"Saya datang dari jam tujuh pagi, ikut berdesakan untuk mendapatkan air bekas cucian piring. Harapannya bisa mendapat larohmah dan keberkahan."

Pangeran Raja Abdulgani Nata Diningrat, Sultan Keraton Kacirebonan IX menyampaikan  "Tujuh piring ini dicuci setahun sekali untuk digunakan pada acara Panjang Jimat. Piring ini digunakan untuk tumpeng dan sajian buah."

Dalam acara tersebut, tujuh piring keramat dicuci dan disucikan dengan air bunga. Piring pertama dibawa oleh Putra Mahkota Keraton Kacirebonan, Elang Raja Muhamad Kusuma Natadiningrat, dan piring lainnya dibawa oleh keluarga keraton.


Setelah semua piring terkumpul, prosesi siraman dilakukan dengan khusyuk dan penuh makna.

Tujuh piring ini tidak hanya memiliki nilai sejarah sebagai peninggalan Sunan Gunung Jati, tetapi juga memiliki makna filosofis dan spiritual.

Ketujuh piring ini melambangkan ketauhidan dan menjadi pengingat atas teladan serta sifat-sifat mulia Nabi Muhammad SAW.

Setelah disucikan, piring-piring tersebut dipersiapkan untuk dijadikan wadah sajian pada malam Panjang Jimat, termasuk tumpeng dan buah-buahan.


Bagi masyarakat yang hadir, Siraman Panjang lebih dari sekadar tradisi tahunan.

Antusiasme warga untuk mendapatkan air bekas cucian pusaka menunjukkan kuatnya keyakinan pada keberkahan dan nilai larohmah dalam tradisi tersebut.

Tradisi Siraman Panjang juga merupakan bagian dari upaya Keraton Kacirebonan untuk melestarikan warisan budaya dan nilai-nilai leluhur agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Reporter : Ali Bisma

Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top