E satu.com (Indramayu) - Proyek Peningkatan Saluran Irigasi Niwo Penyindangan Kulon Sindang Kabupaten Indramayu Jawa Barat dikerjakan tak sesuai ekspektasi warga.
Hal itu imbas dari penggunaan batu bekas bangunan lama yang digunakan oleh oknum pelaksana. Informasi yang dihimpun narasumber @Dhatull, Senin (24/08/2026) melalui Direct Message (DM) Tiktok ke akun Jurnal E-satu.com mengutarakan kekecewaannya atas pelaksana proyek tersebut. Disampaikannya melalui pesan tertulis
bahwa petani desa setempat mengeluhkan pekerjaan tersebut dikerjakan asal-asalan.
" Masyarakat ngeluh tentang bangunaan asal²an, para petani merasa keberatan adanya pembangunan irigasi tersebut di karenakan ketingggian depit air pengalapan dengan saluran tidak sepadan dengan air, ketika musim banjir nanti, " tulisnya.
Kekecewaan juga bermulai pada penggunaan material batu bekas bangunan lama yang digunakan kembali.
Atas adanya informasi tersebut tim e-satu.com, Selasa (25/08) mencoba menggali langsung lokasi kegiatan tersebut. Terungkap kegiatan peningkatan Saluran Irigasi Niwo merupakan kegiatan yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah ( APBD) Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026 senilai Rp3.830.060.000 penyedia dari CV Mata Baswara. Dalam pantauan media ditemukannya sejumlah fakta dilapangan diantaranya, pengunakan batu bekas yang sudah berlumut digunakan kembali.
Kemudian, pekerjaan dinding irigasi kanan dan kiri diduga kuat tidak sesuai spesifikasi teknis serta, proses pengecoran lantai kerja yang tercampur dengan air alhasil pekerjaan tersebut tidak maksimal.
Lebih lanjut adanya informasi ini, upaya telah dilakukan dengan meminta keterangan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Indramayu selaku pengguna anggaran namun belum kunjung melakukan langka atau teguran kepada oknum pelaksana pada kegiatan tersebut. (TKH)










.webp)













Post A Comment:
0 comments: