E satu.com (Crb) - Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Wiwiek Sisto Widayat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua TPID Provinsi Jawa Barat sinergi Program Kerja Pengendalian  bertujuan menyelenggarakan kegiatan capacity building tersebut  sebagai bentuk pelaksanaan dari roadmap pengendalian inflasi dalam menjaga kapabilitas SDM agar mampu menjalankan amanah mulia yaitu pengendalian inflasi. Rabu (.25 Januari 2018)

Terkendalinya inflasi merupakan salah satu prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala
beserta perwakilan seluruh anggota TPID Kabupaten/Kota se-Jawa Barat. Selain itu, turut pula dihadiri oleh Anggota Komisi XI DPR RI Dapil X, Bp. Amin Santono dan Anggota Komisi XI DPR RI Dapil VIII, Bp. Kardaya Warnika.

Di awal acara, Wakil Ketua TPID Provinsi Jawa Barat memaparkan mengenai ulasan
inflasi Jawa Barat selama periode 2017. Selain itu, turut pula dilakukan ulasan mengenai program kerja pengendalian inflasi Jawa Barat periode 2017. Sebagai informasi, inflasi Jawa
Barat tahun 2017 yang tercatat sebesar 3,63% (yoy) merupakan yang terendah apabila dibandingkan dengan provinsi lainnya yang ada di Jawa Barat. Wiwiek Sisto Widayat mengatakan bahwa rendahnya inflasi Jawa Barat merupakan suatu momentum emas untuk mampu meraih penghargaan TPID yang biasanya diselenggarakan setiap bulan Juli, dalam
event Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) TPID yang dipimpin langsung oleh Presiden
Republik Indonesia.

Setelah pemaparan yang disampaikan oleh Wakil Ketua TPID Provinsi Jawa Barat,
dilanjutkan dengan penyampaian mengenai kisah sukses TPID Provinsi Jawa Tengah
yang diwakili oleh Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah, Bp. Budianto dan TPID Kabupaten Boyolali yang dibawakan langsung oleh Ketua TPID Boyolali, Bp. Seno Samudro
selaku Bupati Boyolali.

Dapat kami sampaikan pula bahwa TPID Provinsi Jawa Tengah dalam 2 (dua) tahun terakhir berturut-turut meraih penghargaan sebagai TPID Terbaik pada kegiatan
Rakornas TPID.

Keberadaan suatu organisasi tentunya perlu disokong salah satunya oleh Sumber Daya
Manusia (SDM) yang memadai dalam mendukung pencapaian target organisasi yang telah ditetapkan. Tentunya, aspek SDM baik dilihat dari dua sisi yaitu sisi kuantitas maupun kualitas.

Kedua sisi tersebut tentunya dapat tergambarkan melalui SDM yang memiliki knowledge, skill, dan attitude yang sesuai. Untuk meraih hal tersebut, tentunya dapat diperoleh dari berbagai cara, salah satunya dengan memberdayagunakan SDM yang ada melalui capacity building atau
pengembangan kapasitas.

Menyadari pentingnya kesiapan SDM untuk menunjang kinerja suatu organisasi, Tim
Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Capacity ,

Komisi XI DPR RI mendukung pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi (TPI) baik di daerah maupun pusat. Sebab, inflasi yang tak terkendali bisa menimbulkan masalah bagi masyarakat.

Anggota Komisi XI DPR RI, Amin Santono mengatakan pertumbuhan ekonomi tinggi, tapi inflasi tinggi, tidak baik. Sehingga inflasi dan pertumbuhan ekonomi harus tetap terjaga.

“Inflasi rendah dan stabil menjadi prasyarat kesejahteraan rakyat. Inflasi terus bergejolak dipengaruhi sisi suplai,” kata Amin saat kegiatan Capacity Bulding TPID Se-Jawa Barat di Kota Cirebon, Kamis (25/1/2018).

Kemiskinan, lanjut Amin, bisa timbul karena harga beras naik. Harga beras naik masyarakat tak bisa beli. Sehingga perlu pengendalian harganya. Selain itu, inflasi tinggi memicu suku bunga tinggi berdampak daya saing jadi menurun.

“Komoditas beras menyumbang 20 persen kemiskinan. Pasokan perlu ditingkatkan untuk jaga stabilitas harga dan harus gandeng Satgas Pangan untuk mengecek di pasar,” kata Amin.

Komisi XI, lanjut Amin akan melakukan pengawasan TPI pusat dan daerah karena untuk mencapai inflasi yang rendah perlu koordinasi. “Diharapkan adanya inflasi rendah mendukung kesejahteran rakyat,” katanya. (Pgh)

Post A Comment: