Awal 2018 Beras Sumber Inflasi Di Jabar E satu.com ( crb) - Komoditas utama yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi salah satunya adalah cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Hal ini karena pada bulan tertentu  komoditas unggulan itu harganya melambung tinggi.
Menyempitnya lahan pertanian didaerah  adalah salah satu penyebabnya  seperti di contohkan oleh Seno Samudro yang juga Bupati Boyolali yang secara tegas memberikan pajak yang rendah terhadap sawah produktif  sehingga produk-produk unggulan yang menyebabkan inflasi dapat di tekan didaerahhya.
Diakui juga oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan cabe merah adalah salah satu produk penyumbang inflasi di bulan tertentu namun  pada bulan Januari 2018 ini sumber inflasi di Jabar yaitu beras, karena sampai saat ini harga komoditas tersebut belum menunjukkan penurunan.
Wiwiek menambahkan selain berupaya mengendalikan harga beras TPID juga sedang berupaya untuk mengendalikan harga daging sapi, telor ayam, daging ayam, bawang merah dan cabe.
"Meskipun Bulog Jawa Barat sudah melakukan operasi pasar sejak dua minggu yang lalu, tapi harga beras masih stabil di atas dan ini menyebabkan beras akan menjadi salah satu sumber inflasi di Jawa Barat untuk bulan ini," kata Wiwiek di Cirebon, Kamis.( 25 Jajuari 2018)
Dikatakan juga selain beberapa faktor utama yang menyebabkan inflasi tinggi pada faktor pendidikan, rekreasi, dan olahraga juga merupakan penyebab terjadinya inflasi. Pada bulan tersebut, masyarakat banyak berbelanja di sektor pendidikan sehingga harga kebutuhan naik .
Kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,76 persen; kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,36 persen; dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,21 persen. Sedangkan kelompok bahan makanan mengalami penurunan indeks sebesar 0,18 persen. Begitu juga kelompok sandang mengalami penurunan indeks sebesar 0,03 persen. Sementara kelompok kesehatan tidak mengalami
Wiwiek mengtakan secara umum selama lima tahun terakhir terutama di bulan Januari-Februari, memang beras menjadi sumber inflasi.
Pada bulan Januari ini inflasi di Jawa Barat diperkirakan 0,48 dan salah satu penyumbangnya yaitu beras dikisaran 0,05 sampai 0,08. Cabe merah 0.27%.
Untuk mengatasi melambungnya harga beras, kata Wiwiek TPID Jawa Barat sudah menyepakati dua hal yaitu melakukan opersi pasar dan bazar kebutuhan pokok.
"Sudah disepakati dua hal, karena ini memang sifatnya adalah jangka pendek, hal yang bisa dilakukan adalah operasi pasar dan bazar kebutuhan pokok," tuturnya.
"Dan itu dilakukan terus oleh kawan-kawan baik dari Bulog maupun dari Dirjen tanaman pangan, adanya distribusi Rastra juga diharapkan bisa membantu," katanya.
Dengan dilakukannya operasi pasar dan bazar diharapkan bisa menekan harag beras dipasaran yang tergolong masih .(Pgh)

Post A Comment: