Ketua DPD PKS Bantah Adanya Permintaan Mahar Kepada Siswandi
E satu.com (Crb)- Karso membantah dan tidak tau menahu masalah PKS meminta mahar kepada siswandi ketika dirinya diperiksa di kantor Panwaslu Jl.Penamparan kelurahan Kesenden Kecamatan kejaksan Kota Cirebon selama setengah jam  .Selasa (16 Januari 2018.)
Setelah sebelumnya Ketua DPD PAN Kota Cirebon, Dani Mardani di mintai keterangan hampir dua jam dengan 17 pertanyaan oleh Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Cirebon. Siang tadi, Giliran Ketua DPD PKS Kota Cirebon, H. Karso yang didampingi oleh kuasa hukumnya di mintai keterangan terkait mahar politik sekitar 30 menit dengan 24 pertanyaan
Ketua DPD PKS Kota Cirebon, H. Karso mengatakan dirinya diberikan 17 pertanyaan, dimana 4 pembuka dan 3 penutup serta yang berkaitan dengan materi ada 10 pertanyaan. Pada prinsipnya, kata dia, mekanisme dalam penerbitan SK atau memutuskan rekomendasi jelas kewenangannya ada di DPP. Pihaknya di DPD Kota Cirebon, hanyalah berwenang untuk berproses setiap nama yang masuk dalam usulan.
"Kami mengusulkan nama-nama yang masuk dalam usulan, kemudian diusulkan ke DPW dan DPW meneruskan ke DPP, ketika ada kecocokan, ya itu yang akan diputuskan," Ungkapnya
"Hadirnya ketua DPD PKS Kota Cirebon, H. Karso menepati janjinya untuk dimintai keterangan terkait mahar politik, selama kurang lebih 30 menit Karso di berikan 24 pertanyaan oleh Kami," Ujar Ketua Panwaslu Kota Cirebon, Susilo Waluyo Kepada para awak media, di Kantor Panwaslu, Selasa (16 Januari 2018)
Susilo menyebutkan, 24 pertanyaan tersebut, terdiri dari 7 pertanyaan pembuka dan penutup serta pertanyaan lainnya adalah pertanyaan materi permasalahan tersebut .
karso membantah dan tidak mengetahui adanya permintaan mahar  yang dilakukan pihaknya yang berinisial "A" dan "D"
"Apakah "A" itu Agus, Afandi, ataupun Asep, beliau pun tidak mengetahui si A itu kader ataupun pengurus PKS," Ujarnya
"Setelah Karso, hari jum'at tanggal 19 Januari 2018, Siswandi akan datang bersilaturahmi ke panwaslu untuk dimintai keterangannya," tambahnya
Susilo menjelaskan, pihaknya akan mencoba menulusuri siapa oknum A tersebut. Pihaknya pun telah berkordinasi dengan Bawaslu Jawa Barat yang mendapat komunikasi dari Bawaslu RI bahwa masalah ini masuk ke ranah Nasional. Dan Bawalu RI memerintahkan Bawaslu Jawa Barat untuk memberikan suprvisi, seperti tambahan perntanyaan dari 17 ke 24 pertanyaan
"Jika hari ini, kami menemukan orang inisial A tersebut, kami akan langsung mengirimkan surat ke sana. Kami pun belum mengetahui inisial A itu ada dimana, dan kami akan kerjasama dengan pihak terkait," tuturnya
Masih kata Karso, nama-nama yang diusulkan adalah nama dirinya. Kemudian, kata dia, dari Gerindra pun masuk dan PAN pun masuk. Adapaun yang terakhir muncul nama Euis yang berpasangan dengan Siswandi, pihaknya terkejut, karena tanggal 5 Januari 2018 sudah muncul di tingkat DPW PKS adalah Siswandi dengan Karso. Namun, pada tanggal 6 Januari 2018 dirirnya mendapatkan kabar bahwa muncul pasangan Siswandi dengan Euis.
"Saya sempat ditanya DPW siapa Euis yang dimaksud, sama sekali bahkan sampai saat ini saya belum pernah ketemu dengan Euis, apalagi DPW tidak pernah membahas pasangan Siswandi dengan Euis, dan untuk selanjutnya kami menunggu arahan dari DPW " Jelasnya (Pgh)

Post A Comment: