E satu.com (Crb) - Seorang penumpang di turunkan dari kereta api karena dianggap  mengganggu kenyamanan penumpang lainnya  dengan berteriak-teriak mengaku temannya teroris..sabtu (26 Mei 2018)

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon, Jawa Barat, terpaksa menurunkan seorang penumpang yang dianggap mengganggu perjalanan kereta, karena mengaku sebagai teman teroris."Video viral yang beredar (tentang penumpang yang mengaku teman teroris) itu, kejadiannya di dalam kereta Jayakarta Premium," kata Manajer Humas Daop 3 Cirebon Krisbiyantoro saat dikonfirmasi di Cirebon,

Penumpang atas nama Dewi Mustika Rini, awalnya menaiki kereta dari Stasiun Solo, namun akibat mengganggu penumpang lainnya dengan mengaku teman teroris, maka pihak KAI terpaksa menurunkannya di stasiun Cirebon pada Sabtu (26 Mei 2018)

."Kapasitas kami hanya bisa menurunkan penumpang saja akibat penumpang tersebut sudah dianggap mengganggu kenyamanan pengguna jasa kereta api lainnya," tuturnya.

Meskipun mengaku teman teroris, kata Kris, KAI tidak melakukan pemeriksaan lebih jauh, hanya bisa menurunkan penumpang tersebut.

Setelah diturunkan di stasiun Cirebon, petugas terus memantau gerak-gerik dari penumpang tersebut  hingga menaiki ojek di jalan protokol siliwangi Cirebon, dan pada Minggu puiuo 10.00 pagi , Dewi kembali menaiki kereta lagi.

"Dari pihak KAI memang tidak melakukan pemeriksaan lebih mendalam. Setelah orang tersebut di dalam kereta api Jayakarta Premium melakukan ulah yang sekiranya mengganggu penumpang lain," tuturnya.

"Setelah itu, esok harinya (Minggu) sekitar jam 10.00 WIB penumpang tersebut muncul lagi di stasiun untuk jajan dan juga membeli tiket kereta di loket `go show`," katanya.

Kris menambahkan video  yang viral tersebut memang terjadi, akan tetapi KAI tidak bisa melakukan pengamanan lebih jauh, karena memang orang tersebut sudah memenuhi syarat untuk membeli tiket.

Disinggung tidak adanya komunkasi dengan pihak Kepolisian, pihaknya meminta maaf kepada jajaran kepolisian.

Menurutnya PT KAI dalam hal ini memang tidak berkordinasi dengan pihak kepolisian, karena kapasitas kereta api hanya penumpang tersebut dianggap mengganggu kenyamanan penumpang lain, sehingga harus diturunkan, “kami tidak berkoordinasi dengan kepolisian, karena penumpang yang membuat kegaduhan didalam kreta api, tidak memiliki barang-barang yang dicurigai, hanya mengeluarkan nada keras, “katanya.

Setelah adanya insiden ini, pihaknya telah berkordinasi dengan pengamanan, bahwa jika adanya insiden menonjol yang bisa mengakibatkan viral untuk segera menghubungi petugas. Agar petugas dengan segera menangani tindakan tersebut, “kami kedepannya akan lebih waspada, dan berkordinasi dengan petugas kemanan khususnya walka, agar para penumpang lainnya merasa nyaman dan aman berada didalamnya, “katanya.


.

Post A Comment: