E satu.com (Crb)- Selain sebagai pengingat jasa-jasa pahlawan, keberadaan monumen KRI Gajah Mada 408 diharapkan bisa menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Cirebon. Sehingga akan berdampak pada peningkatan kunjungan wisata sekaligus berdampak bagi perekonomian warga sekitar.
Hal tersebut diungkapkan Pj Wali Kota Cirebon, Dr. H. Dedi Taufik, M.Si usai penandatanganan prasasti dan pemancangan tiang pertama pembangunan Monumen KRI Gajah Mada 408 di perairan Cirebon. “Kita apresiasi terhadap Danlanal yang sudah menemukan titik tenggelamnya KRI 408 Gajah Mada pada 5 Januari 1947 lalu,” ungkap Dedi. Terlebih saat ini akan segera dibangun monumen untuk memperingati hari bersejarah tersebut.


Pembangunan monumen KRI 408 Gajah Mada menurut Dedi merupakan langkah baik. “Karena kita harus memperkenalkan sejarah, khususnya perlawanan terhadap Belanda yang dilakukan oleh pahlawan-pahlawan kita,” ungkap Dedi. Dengan begitu, generasi muda yang ada saat ini akan lebih menghargai perjuangan pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan dengan keringat dan darah.


Apalagi monumen tersebut nantinya bisa menjadi destinasi atau lokasi wisata yang baru untuk Cirebon. “Sehingga Kota Cirebon bisa mendapatkan nilai tambah dengan adanya monumen ini,” ungkap Dedi. Keberadaan monumen itu pun akan memberikan multiplyer effect, selain pariwisata juga menumbuhkan perekonomian di Kota Cirebon.
Sementara itu Danlanal Cirebon, Letkol Mar Yustinus Rudiman, M.TR, menyambut baik atas perhatian dan dukungan lahir batin yang sudah diberikan oleh Pj Wali Kota Cirebon dengan pembangunan monumen tersebut. Yustinus juga berharap dukungan yang sama diberikan oleh Pemprov Jabar. “Kami berkeinginan bila perlu monumen ini dibangun lebih besar dan bersifat permanen,” kata Yustinus. Sehingga selain menjadi pengingat sejarah juga bisa menjadi icon baru destinasi wisata laut di Kota Cirebon.
Dijelaskan Yustinus, tidak banyak pertempuran laut yang terjadi di Indonesia. “Salah satu pertempuran laut itu yang disini, yang dikenal dengan pertempuran laut Cirebon,” ungkap Yustinus. Di titik yang akan dibangun itulah KRI Gajah Mada 408  yang dinahkodai Letnan Laut Samadikun tenggelam setelah melalui perjuangan melawan penjajah dengan heroik. Pembangunan monumen ini sekaligus menunjukkan bahwa untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia diperlukan perjalanan dan perjuangan yang sangat panjang. “Negara kita tidak akan berdiri jadi negara yang berdaulat jika tidak ada perjuangan dari pejuang-pejuang kita,” tegas Yustinus.

Post A Comment: