Walikota Pertanyakan Pendapatan Parkir
E satu.com (Crb) - Wali Kota Cirebon Drs. H. Nashrudin Azis SH mendesak jajarannya untuk dapat meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena masih banyaknya potensi penerimaan pajak dan retribusi yang belum tergali.

Menurutnya anggaran yang diterima Pemda Kota Cirebon setiap tahunnya baik yang bersumber dari APBD Jawa Barat ataupun APBN hanya cukup untuk operasinal jalannya pemerintahan, sedangkan untuk belanja program kepada masyarakat, masih membutuhkan sokongan dana dari sumber lain.

“Anggaran untuk operasional tak perlu dikurang-kurangi, biarkan seperti itu, yang perlu dilakukan adalah meningkatkan penerimaan PAD,” katanya saat memberikan arahan rapat evaluasi PAD Triwulan II, Kamis (01/08/2019).

Walikota Pertanyakan Pendapatan ParkirAzis mengungkapkan upaya meningkatkan penerimaan PAD tidak hanya menjadi tanggungjawab Badan Keuangan Daerah (BKD) akan tetapi tiap dinas yang memiliki kewenangan menarik pajak atau retribusi harus lebih kreatif.

“Misal Dinas Perhubungan [Dishub] coba pikirkan bagaimana meningkatkan penerimaan retribusi parkir, sementar ini lahan parkih penuh tapi tidak ada pemasukan ,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKD Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi M. Si menuturkan terkait potensi penerimaan PAD pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan kajian untuk mengukur seberapa besar potensi PAD di Kota Cirebon.

Walikota Pertanyakan Pendapatan Parkir“Jadi target peningkatan pendapatan tidak hanya asal 5 persen, 10 persen, tapi harus benar-benar hasil kajian,” tuturnya.Terkait target penerimaan retribusi parkir yang tak kunjung mencapai target,

Agus menambahkan hal itu disebabkan karena banyak faktor, diantaranya faktor regulasi, pengelolaan dan tarif yang harus dirubah.

“Jika tetap menerapkan pola lama maka target pendapatan akan sulit tercapai, dan itu terjadi di beberapa sektor seperti retribusi sampah dan parkir,” kata Agus yang baru beberapa pekan menjabat Kepala BKD Kota Cirebon.( Pgh)

Post A Comment:

0 comments: