Banjir E satu.com
E satu.com(Indramayu) - Anggota Komisi IV DPR RI mengunjungi para korban banjir rob di pesisir wilayah kabupaten Indramayu Jawa Barat, Ia prihatin dan mengajak masyarakat bergotong royong untuk saling membantu meringankan beban dan mengatasi masalah kepentingan umum. Ia juga mendesak  pemerintah untuk segera ambil langkah cepat antisipasi agar banjir rob tidak meluas.

Hal itu diungkapkan saat mendatangi kampung nelayan desa Eretan Wetan kecamatan Kandanghaur kabupaten Indramayu Jawa Barat, Selasa (9/6/2020).

"Saya bangga dengan nelayan di sini, karena gotong royong sudah berjalan antar masyarakat dan semua pihak untuk saling membantu. Tapi juga harus ada yang disikapi dari pemerintah, baik pemerintah kabupaten provinsi atau pun pusat, terutama masalah infrastruktur untuk mengatasi air rob," tutur Ono Surono di hadapan para tokoh masyarakat setempat.

Kedatangan Ketua DPD PDI Perjuangan itu juga ikut membantu gotong royong dengan memberikan bantuan dari kantong pribadi berupa ratusan sembako untuk korban kurang mampu, dan uang untuk kepentingan bersama.

"Ini saya juga ikut bergotong royong semoga bencana rob ini segera usai," katanya.

Selain itu, Ono juga sebagai anggota Komisi IV DPR RI kembali mengingatkan, terkait pentingnya para nelayan memahami isi dari UU Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan, dan Petambak Garam. Terutama terkait masalah asuransi yang tertuang dalam pasal 30, agar hal itu bisa dimanfaatkan termasuk ketika adanya bencana banjir rob seperti saat ini.

"Dalam UU itu juga negara saat ini sudah hadir, sudah memberikan perlindungan bagi nelayan, pembudidaya ikan, dan petambak garam. Tinggal nanti silahkan prosedurnya ditempuh," jelas Ono.

Tokoh masyarakat setempat, Didi Caridi mengapresiasi atas kunjungan anggota komisi IV DPR RI sekaligus sebagai ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, menurutnya, masyarakat pesisir khususnya di Eretan, sangat butuh perhatian dengan segera karena banjir rob selalu datang tiap hari dalam dua pekan terakhir.

"Banjir rob masuk ke rumah-rumah, biasanya datang saat waktu sore dan surut pagi hari, sehingga banyak warga yang tidak tenang," ungkap Didi.

"Kami juga sangat mengapresiasi atas kunjungan langsung wakil rakyat ini, semoga pemerintah juga segera turun dan langsung mengatasi masalah ini dengan segera," imbuh Didi.

Didi memaparkan, khususnya untuk wilayah Eretan, masuknya air rob ke pemukiman warga akibat selain karena break waternya yang rendah, juga tanggul penahan air jebol, sehingga air rob masuk ke rumah warga.

Oleh karenanya, ia bersama tokoh masyarakat lainnya berinisiatif melakukan gotong royong untuk sekedar mengantisipasi agar air rob tidak meluas, salah satunya dengan membeli bambu untuk menahan tanggul agar tidak jebol.

"Kami juga bersama masyarakat lainnya sudah melakukan gotong royong, tapi memang yang paling mendesak adalah kami butuh beko amfibi agar lebih cepat, kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak pemerintah melalui pemdes dan kecamatan agar ini segera diatasi," tuturnya.

Kegiatan juga dihadiri oleh Pemerintah desa setempat, wakil ketua DPRD Indramayu H Sirojudin, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Indarmayu H Abdul Rohman, Anggota DPRD Indramayu dari dapil Indramayu 5 Tarmudi, dan pengurus lainnya dari DPC PDI Perjuangan Indramayu.

Acara diakhiri dengan peninjauan ke tanggul jebol dan rumah-rumah pemukiman warga serta tambak ikan yang terkena air rob.(iwan)

Post A Comment:

0 comments: