E satu.com (Cirebon)
- Aksi tidak terpuji dengan mengebrak meja ditujukan seorang Kepala Dusun 3 Desa Lemahabang Wetan Eko kepada warganya saat menanyakan prihal click bantuan pemerintah untuk warga terdampak virus Covid - 19.

Dari informasi yang di himpum e.satu.com pada Kamis (3/9/2020) sekitar pukul 19.30, Eko mendatangi kediaman Yati Nurhayati untuk meminta uang bantuan pemerintah sebesar Rp280 ribu dari total Rp600 ribu yang diterima Yati.

Setelah diberikan uang yang di minta Eko, Yati menanyakan kembali bila ada bantuan pemerintah untuk warga miskin, untuk namanya dimasukan. Mendengar permintaan Yati, Eko langsung naik darah dengan memukul meja di ruang tamu rumah Yati.

Kejadian tersebut spontan membuat keluarga Yati kaget, terlebih saat itu terdapat anak Yati yang berusia (12) kaget melihat sikap Eko. 

Yati mengatakan setelah mengebrak meja Eko keluar rumah dan menemui warga diluar rumah.

"Habis gebrak meja, Eko keluar rumah dan ngomong ke warga, jangan diurusi keluarga rese dan ruwet," kata Yati Selasa (22/9/2020)

Yati melanjutkan tidak seharus seorang Kadus bersikap kasar kepada warga yang menanyakan informasi dari pemerintah. Akibat perbuatan Eko, Yati melaporkan ke pihak kepolisian ke Polsek Lemahabang karena dianggap mencemarkan nama baiknya.

"Seharusnya sebagai Kadus tidak bersikap kasar, apalagi sampai mencemarkan nama baik,  saya hanya meminta nama saya dimasukan kalau ada bantuan pemerintah, karena saya keluarga tidak mampu," ujar Yati

Ditempat terpisah Kapolsek Lemahabang Kompol Sunarko membenarkan adanya laporan terkait pencemaran nama baik dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan

"Ini kan baru sekitar tiga hari laporan masuk dan kami sedang dalami laporan tersebut," ungkapnya.

Sunarko melanjutkan dalam waktu dekat ini pihaknya akan melayangan undangan klarifikasi ke terlapor yakni Kepala Dusun 3 Desa Lemahabang Wetan Eko.

"Kami akan undang untuk dimintai keterangan terkait pencemaran nama baik, sesuai yang dilaporkan oleh pelapor," pungkasnya  (Pgh)

Post A Comment:

0 comments: