Di Gruduk Warga, Kuwu Desa Kanci Bingung Tidak  Punya Data
E satu.com ( Cirebon ) - Sejumlah warga RT 04 RW 08 Blok Cipetung Karangponcol datangi Kantor Kuwu Kanci untuk menyampaikan aspirasi terkait kompensasi pembangunan jaringan Sutet milik PLTU atau CPR.

TH Antonius salah satu warga Blok Cipetung mengatakan, warga RT 04 RW 08 Blok Cipetung Karangponcol yang terdampak pembangunan jaringan Sutet titik 6 tidak pernah menerima sosialisasi penyelesaian ganti untung dari pihak CPR. Menurutnya pihak CPR tidak transparansi soal kompensasi tersebut.

"Sampai sekarang warga Blok Cipetung Karangponcol tidak pernah dilibatkan sosialisasi maupun transparasi penyelesaian baik kompensasi maupun ganti untung," ujar Antonius didampingi beberapa warga di Kantor Desa Kanci, Senin (7/9/20).

Ia menjelaskan, ada sekitar 40 KK yang rumahnya terlintasi jaringan Sutet titik 6 belum mendapatkan kompensasi sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 27 Tahun 2018.

"Ada beberapa warga yang sudah menerima kompensasi tapi tidak sesuai dengan peraturan tersebut," jelasnya.

Ia menceritakan, pada tanggal 17 Juni 2017 sejumlah warga di undang ke Balai Desa Kanci dengan judul negosiasi penawaran ganti untung namun kenyataannya tidak ada acara tersebut. Yang ada langsung pemberian uang tanpa ada perhitungan yang jelas dari Panitera Pangadilan Negeri Sumber.

Di Gruduk Warga, Kuwu Desa Kanci Bingung Tidak  Punya Data"Disana tidak ada kesepakatan, yang ada langsung ditodong mau atau tidak. Uang sudah ada dari orang Pengadilan tidak ada transparansi perhitungannya seperti apa," tegasnya.

Untuk itu, pihaknya meminta aspirasi yang disampaikan benar - benar diperhatikan, mengingat pihak CPR sampai sekarang tidak ada transparansi soal perhitungan kompensasi tersebut.

"Kami minta Pak Kuwu kawal aspirasi warga. Dan meminta secepatnya permasalahan ini selesai sesuai dengan peraturan yang ada," pintanya.

Sementara itu, Kuwu Desa Kanci Sunaryo menyampaikan, permasalahan di Kanci tidak hanya di tower 06 dan kelompok 24. Tetapi permasalahan di Kanci dari tower 1 sampai 9, diluar kelompok 24 masih ada yang harus diselesaikan.

"Kami mengharapkan CPR harus verifikasi lagi. Ini kan tower sudah terbangun baik dari pondasi sudah ada tinggal didata lagi sesuai satelit, jadi tau siapa saja warga yang berhak menerima kompensasi, karena hingga kini Kuwu belum pernah di hubungi atau diajak bicara oleh pihak CPR karena data selalu berubh-ubanh" katanya.

Ia mencontohkan, di tower 8 pada saat sosialisasi dulu pembangunan agak jauh lokasinya. Akan tetapi pada kenyataannya yang sudah terbangun lebih masuk ke areal rumah warga.

"Ini dibutuhkan data ril, pakai GPS tarik garis lurusnya sehingga tepat titik koordinatnya," urainya.

Ia meminta CPR memverifikasi dan validasi data yang baru, pasalnya data yang sekarang ada masih data yang lama. Sehingga pihaknya bisa mensosialisasikan kepada warga siapa saja yang berhak atas kompensasi tersebut.

Di Gruduk Warga, Kuwu Desa Kanci Bingung Tidak  Punya Data"Kami butuh data warga yang terkena dampak, nanti aturan yang dari Peraturan Menteri ESDM siapa saja yang terdampak biar kami sosialisasikan kepada warga," terangnya.

Ia menambahkan, CPR harus memberikan kebijakan untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Tuntutan warga juga jangan menghendaki permintaan setinggi langit tapi dengan rasio yang masuk. CPR harus ada kebijakan jangan sampai masing jangan egois tidak ada titik temu.

Kebijakan itu yang bisa menyelesaikan masalah," pungkasnya. ( PGH)

Post A Comment:

0 comments: