E satu.com (Indramayu)
- Selama ini acara-acara adat di desa seperti unjungan, sedekah bumi, mapag sri, dan lain-lain, selalu dilakukan di mayoritas desa-desa di Indramayu, dilaksanakan secara gotong royong oleh masyarakat desa, bahkan dibiayai oleh masyarakat sendiri dan didukung oleh pemerintah desa.

Ke depan, Pemerintah Indramayu juga harus memperhatikan soal ini, karena ini penting menyangkut budaya dan cirikhas Indramayu sebagai daerah yang bermartabat ke depan, untuk menjaga budaya dan perjuangan para leluhur dulu di desanya masing-masing.

Perihal itu diungkapkan Calon Bupati Indramayu, Nina Agustina yang didampingi Pelawak senior Mpok Atiek dan dihadiri Kuwu Desa Bangkaloa Ilir, Mislam, di acara unjungan Buyut Keserut Desa Bangkaloa Ilir Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu, Selasa (20/10/2020).

"Acara adat ini sangat bagus untuk mengenang para leluhur, untuk tidak melupakan sejarah, dan yang terpenting adalah untuk membangun semangat persatuan dan gotong royong antar warga di desa. Ke depan Pemda Indramayu harus mendukung dan bahkan menganggarkan acara-acara seperti ini," tutur Nina.

Dikatakannya, dalam 99 program Nina Lucky juga menyebutkan soal bebas biaya pungutan pentas seni rakyat.

Selain itu, lanjut Nina, akan melindungi, melestarikan dan mengembangkan budaya lokal menjadi destinasi wisata budaya seperti unjungan, nadran, ngarot, mapag sri, sedekah bumi, dan sejenisnya.

"Acara unjungan ini juga saya didampingi Pak Kuwu Mislam, nah, diantara 99 program Nina Lucky untuk Desa ada pemberian dana khusus Desa sebesar Rp 1 miliar selain Alokasi Dana Desa (ADD) dan penambahan insentif RT/RW sebesar Rp500 ribu per bulan," terangnya

Nina menambahkan, ada pemberian mobil siaga di 317 kelurahan dan desa. Meningkatkan ekonomi rakyat melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan memberikan dana stimulus sebesar Rp100 juta, serta membangun pusat ekonomi pariwisata berbasis desa.(iwan/wn)

Post A Comment:

0 comments: