AKB


E satu.com (Bandung)
- Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Jawa Barat mendukung penuh langkah program kebijakan pemerintah dan Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengimbau warga masyarakat Jawa Barat untuk tidak melakukan mudik di tahun ini guna mencegah merebaknya virus Corona atau Covid 19.

Ketua APDESI Jawa Barat, Dede Kusdinar mengatakan Ramadan tahun ini adalah ramadan kedua di tengah pandemi Covid-19, dan masyarakat harus tetap mencegah penyebaran wabah virus ini untuk tidak lebih meluas lagi.

"Untuk itu, sejak jauh-jauh hari pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik pada Lebaran kali ini," kata dia, di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Kamis (29/04).

Ia menuturkan keputusan ini diambil melalui berbagai macam pertimbangan, karena pengalaman tahun lalu terjadi tren kenaikan kasus setelah empat kali libur panjang.

Seperti diketahui, yang pertama, saat libur Idul fitri tahun lalu, terjadi kenaikan kasus harian hingga 93 persen dan terjadi tingkat kematian mingguan hingga 66 persen.

Kenaikan kasus Covid-19 yang kedua, terjadi saat libur panjang pada 20-23 Agustus 2020, di mana mengakibatkan terjadi kenaikan hingga 119 persen dan tingkat kematian mingguan meningkat hingga 57 persen.

Yang ketiga, terjadi saat libur panjang pada 28 Oktober-1 November 2020, yang menyebabkan terjadinya kenaikan kasus Covid-19 hingga 95 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan mencapai 75 persen.

Terakhir, yang keempat, terjadi kenaikan saat libur di akhir tahun, 24 Desember 2020-3 Januari 2021, mengakibatkan kenaikan jumlah kasus harian mencapai 78 persen dan kenaikan tingkat kematian mingguan hingga 46 persen.

Pertimbangan lainnya adalah kita harus menjaga tren menurunnya kasus aktif di Indonesia dalam dua bulan terakhir ini, menurun dari 176.672 kasus pada 5 Februari 2021 dan pada 15 April 2021 menjadi 108.032 kasus.

"Penambahan kasus harian juga sudah relatif menurun. Kita pernah mengalami 14-15 ribu kasus per hari pada bulan Januari 2021 tapi kini berada di kisaran 4-6 ribu kasus per hari," ungkap Dede Kusdinar.

Menurut data, lanjut Dede, Tren kesembuhan pun terus mengalami peningkatan. Bila pada 1 Maret 2021 sebanyak 1.151.915 orang yang sembuh atau 85,88 persen dari total kasus, maka di per tanggal 28 April 2021 meningkat menjadi 1.438.254 pasien sembuh atau telah mencapai 90,5 persen sembuh dari total kasus.

"Oleh karena itu, kita harus betul-betul menjaga bersama momentum yang sangat baik," jelasnya.

"Untuk itulah, pada Lebaran kali ini pemerintah memutuskan melarang mudik bagi ASN, TNI, Polri, pegawai BUMN, karyawan swasta, dan seluruh masyarakat," kata dia.

"Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara yang saya hormati, Saya mengerti kita semuanya pasti rindu sanak saudara di saat-saat seperti ini, apalagi di Lebaran nanti," sambungnya.

Pihaknya mengajak, tetap utamakan keselamatan bersama dengan tidak mudik ke kampung halaman.

"Mari kita isi Ramadan dengan ikhtiar memutus rantai penularan wabah demi keselamatan seluruh sanak saudara kita dan juga diri kita sendiri, dan seluruh masyarakat," ajaknya.

"Saya selaku ketua Apdesi Jawa Barat mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa, semoga Allah SWT meridhoi kita dan memberkahi bangsa Indonesia," tutupnya.(iwan)

Post A Comment:

0 comments: