agustusan


E satu.com (Cirebon)
- Peran pemuda di Kabupaten Cirebon ini harus terkelola dengan baik. Hal itu perlu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kegiatan negatif yang dilakukan pemuda. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Teguh Rusiana Merdeka, saat kegiatan Pembinaan tentang Wawasan Kebangsaan, Ketahanan dan Ekonomi Nasional dengan tema Peran Pemuda Dalam Demokrasi dan Persatuan Bangsa di kantor Kecamatan Lemahabang, Senin (20/6/2022). Pemuda memegang posisi strategis dalam pembangunan demokrasi dan persatuan. Karena itu penting bagi pemuda untuk melek politik,” kata Teguh.

Di tengah berbagai persoalan yang membelit bangsa ini maka pemuda digandeng untuk melakukan perubahan. Wajar karena pemuda dari jumlah dan potensi benar memiliki posisi yang strategis. Potensi pemuda itu banyak sekali. Sebut saja, pemikiran mereka masih jernih, daya sambungnya kuat, penuh ide kreatif, penuh semangat, dan berjiwa pemimpin.

Seharusnya, para pemuda menggali potensinya dengan membawa perubahan pada umat. Karena, pemuda hari ini adalah pemimpin di esok hari. Sedangkan pemuda harapan umat ialah pemuda yang bisa membawa perubahan ke arah kebangkitan. Pemuda yang dibekali ilmu dan takwa mampu menghasilkan peradaban yang gemilang. Pemuda yang panutannya bercermin kepada generasi Rasulullah SAW.

Namun, potensi pemuda saat ini tengah dibajak oleh Imperialis Barat khususnya para kapitalis yang nampak nyata. Diantaranya para pemuda dibingungkan dan direpotkan dengan urusan ekstremisme, terorisme, radikalisme dan moderasi beragama.

Kapitalisme juga telah menghipnotis pemuda Muslim dengan akidah sekuler yang melahirkan gaya hidup liberal. Kapitalisme menularkan virus F4 yaiu Food, Fun, Fashion, dan Film yang menghancurkan identitasnya sebagai khairu ummah. Kapitalisme pun telah membajak potensi pemuda Muslim untuk mengusung ide mereka dengan menjadikan pemuda Muslim hilang jati dirinya atau tidak percaya diri (insecure) dengan identitas dirinya sebagai seorang muslim.

Akhirnya, pemuda Muslim malah menjadi pengekor peradaban barat sehingga jati diri mereka yang sejati telah hilang. Agamanya dihinakan mereka pun diam saja, bahkan malah membantu para kafir penjajah menghalangi kebangkitan Islam.

Dalam hadits riwayat At-tirmidzi no.2416, Rasulullah SAW bersabda: "Telapak kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari Kiamat sampai ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang ilmunya untuk apa dia amalkan, tentang hartanya dari mana dia peroleh dan kemana dia infakkan dan tentang tubuhnya untuk apa dia gunakan?"

Membaca hadits tersebut, Allah memberikan peringatan kepada kita. Bukankah Allah itu sudah memberikan modal kepada kita semua? Dengan fisik yang lengkap dan sempurna. Seperti mata yang bisa melihat, kaki yang bisa berjalan ke mana saja, telinga yang dapat mendengar, dan masih banyak kenikmatan yang lainnya. Allah memberikan kita berbagai kemudahan untuk menyetir diri kita sendiri.

Lantas, apa yang akan kita jawab ketika, Allah bertanya kepada kita, "Kau gunakan untuk apa masa mudamu?"

Jika kita menilik sejarah telah tercatat dengan tinta emas peran pemuda dalam perjuangan dakwah Islam kaffah, yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. dengan para sahabatnya. Diantara sahabat mulia ada Ali bin Abi Thalib yang paling muda berusia 8 tahun memiliki kecerdasan dan kepiawaian memimpin, Abdullah bin Mas’ud 14 tahun ahli tafsir terkemuka, Sa’ad bin Abi Waqqash 17 tahun panglima yang membebaskan Persia, Jafar bin Abi Thalib 18 tahun, Zaid bin Haritsah 20 tahun sang pengumpul wahyu, Utsman bin Affan 20 tahun, Umar bin  Khatab 26 tahun keduanya setelah Rasulullah SAW wafat menjadi khalifah pengganti Rasulullah SAW. Pada masa setelahnya kita mengenal Muhammad Al-Fatih 24 tahun sang penakluk Konstantinopel.

Para pemuda muslim sudah saatnya sadar bahwa dipundak merekalah diletakkan amanah memimpin umat dan membangun negeri. Berkualitasnya pemuda hari ini yang dipenuhi keimanan, ketaatan, dan keberanian amar makruf nahi mungkar, cerahlah masa depan umat ini. Buruk kondisi pemuda hari ini, suramlah nasib umat kelak di kemudian hari. Oleh Karena itu pemuda Islam harus percaya diri dengan jati dirinya sebagai seorang Muslim.

Nabi mengingatkan untuk menjaga masa muda sebaik-baiknya,
اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ

“Manfaatkanlah lima perkara sebelum lima perkara : masa mudamu sebelum masa tuamu….” (HR. Al-Baihaqi)
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ
اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ  وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ

 “Ada tujuh golongan manusia yang akan Allah naungi dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya: imam yang adil, pemuda yang tumbuh dalam suasana ibadah (ketaatan) kepada Tuhannya….” (HR. Al-Bukhari)

Pemuda pemberani melawan tirani bahkan tercatat dalam QS. Al-Kahfi,
نَحۡنُ نَقُصُّ عَلَيۡكَ نَبَاَهُمۡ بِالۡحَـقِّ‌ؕ اِنَّهُمۡ فِتۡيَةٌ اٰمَنُوۡا بِرَبِّهِمۡ وَزِدۡنٰهُمۡ هُدًى‌ۖ

“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (Al-Kahfi (18): 13)

Kala itu mereka hidup di lingkungan masyarakat yang rusak, baik secara akidah maupun syariat. Kaisar Hadrianus sang pemimpin tirani saat itu memerintahkan bala tentaranya untuk memburu dan membantai mereka yang tidak mau patuh untuk menyembah berhala. Sebelum mereka memutuskan untuk pergi dan bersembunyi dari kejaran tentara kaisar, mereka sempat mengadakan perlawanan dan penolakan untuk kembali menyembah berhala. Mereka memulai dari menyadarkan kembali masyarakat untuk kembali menyembah Allah SWT.

Namun sayang perlawanan mereka tidak berarti apa-apa dihadapan sang kaisar. Mereka pun tidak melihat adanya penerimaan diantara masyarakat untuk kembali menyembah Allah SWT. Sehingga mereka dituntut untuk meninggalkan kota tersebut dan mencari masyarakat lain yang lebih siap untuk menerima akidah tauhid. Sampai akhirnya Allah menyelamatkan mereka bukan dengan berpindah tempat tetapi lebih dari itu yaitu Allah memindahkan mereka ke suatu masa yang dipimpin oleh pemimpin yang ta’at kepada tauhid dengan cara tertidur selama 309 tahun.

Untuk itu wahai pemuda Muslim jadilah kalian bagian dari perjuangan Islam kaffah dengan melakukan hal berikut ini:

Pertama, hujamkan keimanan bahwa Islam adalah agama yang sempurna, mengatur urusan dunia dan akhirat, bukan sekadar spiritual. Firman Allah SWT,
وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali-Imran (3): 85)

Kedua, kaji Islam sebagai ideologi, bukan sekadar pengetahuan. Pelajari Islam kaffah dengan mendalam agar menjadi bekal dalam mengarungi lika-liku kehidupan. Kita wajib terikat Islam kaffah sebagai konsekuensi dari keimanan.

Ketiga, senantiasa memiliki sikap berpihak pada Islam kaffah, bukan netral, apalagi oportunis demi mencari keuntungan duniawi semata. Kita harus bangga dengan jati diri sebagai pemuda Muslim pejuang Islam kaffah. Karena banyak pemuda Muslim hari ini bak bulu yang diterbangkan angin. Kemana angin bertiup ke sanalah mereka terbawa. Pemuda Muslim harus memiliki keteguhan pada Islam kaffah hingga akhir hayat.
هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

"Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.” (QS. Al-Fath (48): 28)

Alhasil, peran pemuda dalam melakukan perubahan adalah dengan kembali menerapkan Islam Kaffah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Dan inilah yang seharusnya menjadi agenda perjuangan pemuda zaman ini agar terwujud perubahan yang hakiki.Oleh : Tawati (Muslimah Revowriter Majalengka)

Wallahu a’lam bishshawab.
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AKB

Back To Top