E satu.com (Cirebon) - Pilwu merupakan salah satu bentuk pesta demokrasi yang begitu terasa oleh rak
yat. Pemilu tingkat desa ini merupakan ajang kompetisi politik yang begitu kental jika itu bisa dimanfaatkan dengan baik maka ada sebuah pembelajaran pemikiran politik untuk masyarakat agar tidak salah memilih seorang calon pemimpin.

Visi misi dan sosialisasi calon pemimpin tak lagi menjadi hal utama bagi masyarakat karena calon-calon sebelumnya tidak menunjukkan hal-hal yang berkaitan dengan visi misi sewaktu pencalonan, ini membuat masyarakat pada akhirnya tak mempercayai hal tersebut.

KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme ) lebih membudaya dibandingkan Pemikiran politik. Di sini pemikiran politik perlu dikembangkan oleh para pemuda dan pemudi yang peduli dengan desanya maka perlu perjuangan tanpa pamrih untuk kepentingan masyarakat banyak yang juga merupakan bagian dari tanggungjawab sebagai warga negara Indonesia.

Sehinga kesadaran masyarakat tentang pemikiran politik bisa terwujud tanpa keluar dari etika dan norma politik itu sendiri. Money politic telah merusak asas demokrasi dan dengan berbagai bentuknya serta sulit sekali dihindari dikarenakan pemikiran politik masyarakat masih lemah. Dengan adanya pilwu di harapkan masyarakat dapat terlatih untuk peduli kepada pemimpinnya, serta sadar terhadap apa, siapa, dan bagaimana pemimpin yang akan di pilih nanti.

Dalam perpolitikan terkait pemilihan Kuwu / Pilkades yang harus diutamakan bukan tentang uang, nasi lengko, kopi ataupun rasa tidak enak akan tetapi yang harus dilihat ialah  tentang kapabilitas dari calon-calon pemimpin tersebut. Sebuah desa tidak hanya dapat dipimpin oleh pemimpin yang bermodalkan  terkenal, sanak saudara, teman dekat namun cacat secara intelektual, moral dan sosial akan tetapi pemimpin yang dibutuhkan oleh masyarakat sekarang yakni seseorang memiliki patriotisme yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya, kepedulian terhadap masyarakat banyak dan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan bersama, maka dipandang perlu bawa seorang pemimpin harus memiliki kemampuan yang cukup untuk memimpin dan membimbing masyarakatnya ke arah yang lebih baik dan juga memiliki pemikiran yang luas untuk membangun desanya serta kecintaan kepada alam karena alam akan mempengaruhi gaya hidup masyarakat itu sendiri. Oleh : Jarot Ketua Umum Lentera Sasak 
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AKB

Back To Top