agustusan


E satu.com (Cirebon) - Ada yang berbeda dalam peringatan Hari Jadi ke-653 Cirebon jika dibanding sebelum-sebelumnya. Pada tahun ini, ada Kirab Ziarah yang dilangsungkan dari depan Balai Kota Cirebon Jalan Siliwangi hingga komplek Makam Sunan Gunung Jati.

Biasanya, ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati tidak dengan berjalan kaki. Tapi kali ini terlebih dahulu Kirab Ziarah dengan berjalan kaki. Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., didampingi istri, Ginawati Limansah Azis ikut berjalan kaki bersama iring-iringan kirab.

Adapun iring-iringan Kirab Ziarah terdiri dari unsur genjring santri, pasukan dari keraton yang ada di Cirebon, unsur masyarakat, perangkat daerah, Forkopimda serta replika kereta Singabarong, kereta Paksi Nagaliman, kereta Kresna, dan kereta Singajempana.

Kirab Ziarah, Jalan Kaki dari Balai Kota Cirebon ke Gunung Jati

Kirab Ziarah menempuh perjalanan hampir 5 kilometer. Sepanjang perjalanan, banyak masyarakat yang sudah berjejer untuk ikut memeriahkan kirab. Hadir pula dalam barisan kirab, Bupati Cirebon, Drs. H. Imron, M.Ag.

Setibanya di komplek Makam Sunan Gunung Jati, Wali Kota Nashrudin Azis bersama rombongan mengambil air wudhu, kemudian menunaikan salat Ashar berjamaah. Dilanjutkan dengan melakukan tradisi surak kepada masyarakat yang berkumpul di sekitar komplek Makam Sunan Gunung Jati.

Kirab Ziarah, Jalan Kaki dari Balai Kota Cirebon ke Gunung Jati

Seusai itu, Azis bersama rombongan melangsungkan doa bersama di depan Lawang Pasujudan, berlanjut ke Makam Sunan Gunung Jati untuk kembali doa bersama. Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati dan Sekretaris Daerah, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si turut mendampingi Wali Kota. Begitu juga dari keluarga Kasultanan Kanoman, Pangeran Patih Raja Mohammad Qodiran dan Ratu Raja Arimbi Nurtina.

“Ini merupakan salah satu acara inti, karena Cirebon merupakan salah satu daerah yang didirikan oleh Syekh Syarif Hidayatullah. Sehingga kita berziarah dan berdoa bersama di sini,” kata Azis.

Selain berdoa bersama, menurut Azis, ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati juga sekaligus menjadi momen refleksi untuk bisa meneladani nilai-nilai kebaikannya guna diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan kita melakukan ziarah ke Makam Syekh Syarif Hidayatullah kita bisa meneladani apa yang diajarkan beliau. Salah satunya adalah melaksanakan pesan; ingsun titip tajug lan fakir miskin,” tuturnya.

Kirab Ziarah, Jalan Kaki dari Balai Kota Cirebon ke Gunung Jati

Di sisi lain, Azis mengatakan, ia memilih untuk berjalan kaki sepanjang Balai Kota Cirebon sampai komplek Makam Sunan Gunung Jati sebagai upaya untuk mengingat memori perjuangan para pendahulu pendiri Cirebon.

“Kemudian juga agar lebih dekat dengan masyarakat. Alhamdulillah tadi sepanjang jalan, masyarakat sudah berjejer dan saya bisa menyapa mereka secara langsung,” kata Azis.

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati. Kirab dan ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati merupakan salah satu agenda penting dalam memperingati Hari Jadi ke-653 Cirebon.

“Kita bersyukur pada tahun ini bisa memperingati Hari Jadi Cirebon dengan melibatkan banyak pihak, termasuk unsur masyarakat. Mudah-mudahan Kota Cirebon ke depan semakin berkembang pesat menjadi daerah yang maju,” katanya. (wnd)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AKB

Back To Top