AKB



E satu.com (Cirebon)
- Hari ini kami yang datang dari berbagai daerah, berbagai kelompok masyarakat, berbagai latar belakang, kami yang menyebut diri sebagai Aliansi Ormas, LSM, OKP dan LBH berkumpul di depan gedung DPRD Kota Cirebon, Senin (12/9/22) untuk menyuarakan jerit nurani kami sebagai rakyat, melalui petisi aliansi.

Menurut Ketua Aliansi Firman Nugraha, Naiknya harga BBM yang resmi diinfokan Presiden adalah bukti, mereka para elit Pemerintah sudah tuli pada Jeritan Wong cilik. Makin rabun pada fakta bahwa masih banyak masyarakat yang hidupnya nelangsa. Sudah hilang empati menyaksikan nasib rakyat kecil, berpeluh mencari napkah hanya untuk menghilangkan lapar dan dahaga.

Hari ini kami bergerak, karena murni kami berkata, keputusan apapun tanpa kebijakan akan rusak. Keputusan yang rusak hanya akan mencekik kami sebagai rakyat," katanya.

Ia mengatakan, kami turun ke jalan adalah bentuk adanya ketidakadilan. Kami bergerak sebab ada kesewenang - wenangan. Kami berteriak karena barangkali, suara kami makin tak terdengar oleh ingar bingar gemerlap kekuasaan.

Tentu kalian para Elit Pemerintah semestinya tahu,  menaikan harga BBM sama saja menaikan semua biaya hidup. Menaikan BBM adalah mengalikan sekian lipat beban rakyat. Menaikan BBM adalah juga mengatrol harga kebutuhan hidup, yang jerat talinya terikat pada leher jutaan rakyat," ucap Firman.

Kami udah lelah dengan segala kebijakan yang tidak pro rakyat. Oleh iming-iming kompensasi. Oleh alibi - alibi yang mengatasnamakan rakyat. Oleh janji - janji yang tidak pernah ditepati.

Hari ini rakyat yang bergerak dan berteriak, yang masih lantang menyuarakan jerit nurani rakyat, secara tegas menyampaikan petisi aliansi dengan ini menolak kenaikan harga BBM. Sekali lagi, kami rakyat menolak kenaikan harga BBM tanpa alasan apapun," tegasnya 

Mohon dengarkan suara kami, suara rakyat. Suara yang kalian butuhkan saat musim Pemilu tiba. Suara tulus yang membayar tiap jengkal kekuasaan yang kalian miliki sekarang.


Lihatlah kami. Pandanglah kami sebagai rakyat yang sekedar menuntut hak untuk hidup tenang. Menuntut hak kami untuk berharap memiliki pemerintah yang tidak membuat hidup rakyat miskin sulit," ungkapnya.

Semoga pemerintah melihat. Semoga pemerintah mendengar, sebab ketika kami rakyat sudah bergerak, berkumpul dan berteriak, adalah pertanda bahwa kekuasaan yang kami titipkan, telah dipakai secara Arogan, maka kalimat apa lagi yang pantas kami teriakan di hadapan Pemerintah selain lawan!," Pungkasnya. (wnd)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top