AKB


E satu.com (Cirebon)
- Ratusan Mahasiswa yang tergabung ke dalam Cipayung Plus melakukan demo di depan gedung DPRD Kota Cirebon, Senin (5/9/22).

Ratusan kelompok mahasiswa gabungan itu yakni GMNI, HMI, KAMMI serta Hima Persis. Mereka berorasi dan mendesak Pemerintah Pusat untuk menurunkan harga BBM subsidi yang dinaikkan pada Sabtu kemarin.

 Di tengah aksi demo, para mahasiswa mendesak untuk masuk ke gedung DPRD.

Ketua DPRD Kota Cirebon Ruri Tri Lesmana, Wakil Ketua DPRD M Handarujati Kalamullah, Anggota DPRD Dani Mardani, Edi Suripno, Imam Yahya serta Agung Supirno menemui mahasiswa di luar gedung DPRD Kota Cirebon.


" Kami hadir di sini untuk mendengarkan dan menampung aspirasi teman - teman mahasiswa" ucap Dani, di hadapan mahasiswa yang tergabung ke dalam Cipayung Plus.

Dani menambahkan, pihaknya mengajak mahasiswa untuk berdialog di luar gedung DPRD. Namun mahasiswa tetap ngotot ingin masuk ke gedung DPRD. Suasana sempat saling dorong antara mahasiswa dan kepolisian. Mahasiswa terus berteriak untuk merangsek maju ke halaman gedung DPRD. Langkah mereka dihadang oleh aparat kepolisian yang sudah bersiaga.

Dalam tuntutannya, mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Cirebon meminta Pemerintah menurunkan harga BBM bersubsidi, pengawasan distribusi BBM subsidi, mendesak Pemerintah Pusat agar harga BBM kembali normal, dan mendesak transparansi penggunaan dana APBN untuk BBM subsidi, serta meminta Pemerintah untuk memberantas mafia migas.


Seperti diketahui, harga BBM untuk jenis Pertalite dari sebelumnya Rp 7.650 naik jadi Rp 10.000 perliter. Sedangkan, jenis Solar dari Rp 5.150 naik jadi Rp 6.8000 perliter, serta BBM non subsidi Pertamax dari Rp 12.500 naik jadi Rp 14.500 perliter.

Mereka berorasi mengungkapkan kekecewaan terhadap kebijakan pemerintah. (wnd)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top