AKB

cukai

cukai juga


E satu.com (Cirebon) -
Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Tenaga Kerja, sudah melatih seribu lebih warga, untuk bisa meningkatkan kemampuan dan produktivitas kerja. Hal tersebut sebagai salah satu bentuk upaya dari Pemkab Cirebon, dalam menekan angka pengangguran yang cukup tinggi. Apalagi, angka pengangguran tersebut mengalami peningkatan, pasca terjadinya pandemi Covid-19.

"Angka pengangguran masih tinggi, oleh karena itu, kami berikan pelatihan kerja untuk warga, terutama kepada anak-anak muda," ujar Bupati Cirebon, Drs. H. Imron usai membuka pelatihan kerja yang diadakan oleh Disnaker Kabupaten Cirebon di BLK Desa Lurah Kecamatan Plumbon , Kamis (06/10/2022).

Imron menyebutkan, pihaknya saat ini sedang berupaya untuk terus menarik investor, agar bisa menanamkan modal usahanya di Kabupaten Cirebon. Sejalan dengan itu, ia juga berharap warga Kabupaten Cirebon, sudah siap menerima para investor dengan keahlian kerja yang dimilikinya. Sehingga nantinya, ujar Imron, peluang pekerjaan tersebut tidak disia-siakan.

"Kita jangan sampai jadi penonton di wilayah sendiri," ujarnya.

Dengan adanya pelatihan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja ini, pihaknya yakin angka pengangguran bisa terus ditekan. Selain itu, pelatihan ini juga memudahkan tenaga kerja untuk diserap.

Kadisnaker Kabupaten Cirebon, Novi Hendrianto mengungkapkan, bahwa pada tahun 2022 ini, pihaknya telah melatih sebanyak 1.008 warga dalam pelatihan peningkatan kualitas dan produktivitas kerja. Dari jumlah tersebut, Disnaker Kabupaten Cirebon mengklaim, sebanyak 50 persen alumni pelatihan serta tersebut sudah mendapatkan pekerjaan.

“Ada juga yang membuat usaha sendiri," katanya.


Sedangkan dalam pelatihan yang diselenggarakan hari ini, pihaknya melibatkan sebanyak 192 peserta dari sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon. Beberapa wilayah yang akan dilaksanakan kegiatan pelatihan kerja untuk angkatan ini, yaitu Kecamatan Astanajapura, Gempol, Palimanan, Waled, Losari dan Lemahabang.

"Kegiatan akan dilaksanakan di kantor desa, camat atau kantor MWC NU setempat," tutup Novi. (Heri)

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top