E satu.com ( Cirebon)
- PT.Semesta Marga Raya selaku pengelola Tol Kanci - Pejagan siap menghadapi arus mudik liburan  lebaran 2023

Arus mudik Libur  lebaran 1444 H. tahun 2023, di perkiran mengalami kenaikan yang tidak signifikan  dari tahun sebelumnya, turunnya  angka pemudik yang melintasi jalan tol  dikarenakan sudah di berlakukannya moda  transportasi seperti kereta api, pesawat terbang  dan kapal laut telah berlalunya pademi covid 19 kepadatan kendaraan. Pada tahun kemarin kepadatan kendaraan sekitar 2 juta dan untuk tahun sekarang di perkirakan di bawah 2 juta kendaraan.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT Semesta Marga Raya Ir.Supriyono dalam jumpa pers setelah melaksanakan buka bersama dengan Mita kerja di sebuah RM. Kota Cirebon. Rabu (5/4/2023).

Menurutnya, di prediksi untuk tahun ini arus mudik dan arus balik Idul Fitri mengalami penurunan akibat pasca pandemi Covid19 bisa mencapai 30 persen dari tahun kemarin.

“Kalau tahun kemarin dampak dari Covid19, pemudik lebih bebas pakai kendaraan mobil lewat jalur tol karena menghindari banyaknya aturan yang berlaku. Sehingga solusi yang paling tepat adalah naik kendaraan pribadi dari pada umum seperti kereta Api, Kapal Laut atau pesawat terbang,” terangnya.

Mengantisipasi arus mudik 2023, Direktur Utama PT Semesta Marga Raya Ir. Supriyono akan mengutamakan peningkatkan pelayanan Jalan sebagai penyedia jasa pemeliharaan jalan tol dengan melakukan pekerjaan pemeliharaan jalan tol.

Diantaranya peningkatan kualitas pelayanan dalam hal ini memperbaiki lajur kendaraan dengan program SFO, Scraping Filling Overlay (SFO) atau lapis ulang di ruas jalan tol tersebut, guna meningkatkan kenyamanan bagi pengguna jalan tol, perbaikan dilaksanakan sampai H-10.

“Ini dilakukan sebagai bentuk komitmen PT Semesta Marga Raya untuk terus menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol,” Ungkapnya

Supriyono menambahkan , pihaknya melakukan persiapan peralatan, seperti kendaraan, juga persiapan rest area dengan menambahkan beberapa fasilitas seperti fasilitas toilet sesuai dengan arahan dari Kementerian PUPR.

PT SMR memastikan sudah aman karena di rest area 228, pihaknya akan menambahkan fasilitas dari 50 toilet menjadi 100 toilet, selain memepersiapkan fasilitas juga mempersiapkan personil tambahan untuk pelayanan terhadap masyarakat yang bekerjasama dengan Polri di gerbang maupun lintasan tol.

“Dan, untuk rest area kita kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan RS Pertamina, untuk stok BBM kita bisa menambah dari biasanya 30 ton perhari menjadi 35 ton-40 ton perhari,” ungkapnya.

Lebih dari itu kata Supriyono, ada 3 pintu tol akan kita optimalkan, dari 6 lajur, lima kita gunakan untuk eksit dan 1 untuk intra, begitupun nanti sebaliknya saat arus balik, sedangkan untuk larangan kendaraan besar akan diberlakukan sambil menunggu informasi dari dinas perhubungan.

Untuk pemberlakuan, kepadatan arus di Tol Kanci – Pejagan, PT SMR memberlakukan pembatasan waktu parkir yang dibatasi hanya 1 jam di rest area, hal ini untuk menghindari kepadatan. Bahkan ada rencana dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang akan memberlakukan parkir di rest area maksimal 30 menit tergantung situasi dan kondisi.

Kemudian langkah kedua membuat zonasi parkir dari zona A-F dan bila sudah penuh maka di zona A harus segera mengosongkan, dan yang ketiga adalah buka tutup gerbang rest area, dalam hal ini kewenangannya oleh petugas dari kewilayahan yang bertugas di Pospam untuk mengatur buka tutup rest area.

Kalau pemberlakuan batasan waktu parkir dan zonasi masih tetap terjadi kepadatan, maka diatur buka tutup rest area agar tidak terjadi kemacetan di rest area.

Direktur Utama PT Semesta Marga Raya Supriyono, mengimbau kepada pemudik pengguna jalan tol tetap mematuhi rambu-rambu yang ada di jalan tol, cek kondisi kendaraan keadaan baik, patuhi aturan dan bobot kendaraan, khususnya untuk kendaraan Golongan II sampai dengan Golongan V,” pungkasnya.( pgh)

Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top