E satu.com (Indramayu) -
Menjelang pergantian tahun, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan menggelar kegiatan Muhasabah, Do'a bersama dan santunan untuk anak yatim. Kegiatan yang dilaksanakan berkat Kolaborasi antara Baituzzakah Pertamina (Bazma) dan Badan Dakwah Islam (BDI) RU VI ini dilaksanakan di Masjid Sabilul Muttaqin Perumahan Pertamina Bumi Patra, Kamis (28/12/2023).

Pada kesempatan tersebut, Manager General Support PT KPI RU VI Balongan Muhammad Anis, mewakili General Manager menyampaikan, Muhasabah ini digelar sebagai sarana instopeksi diri atas segala kegiatan yang dilakukan agar dapat menjadi renungan apabila masih ada kesalahan maupun kekhilafan yang dibuat.

Selain itu, lanjut Anis, kegiatan ini juga merupakan bentuk rasa syukur dan harapan untuk kelancaran operasional Kilang Pertamina Balongan dalam menjalankan tugasnya menyediakan BBM Nasional.

"Mudah-mudahan Muhasabah dan Doa bersama ini membawa keberkahan untuk kita semua", Terang Anis.

Sebagai ungkapan dan salah satu bentuk rasa syukur yang diwujudkan yakni dilaksanakan penyerahan santunan kepada anak yatim yang berada di sekitar Kilang Balongan dengan nominal.

Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina Bersatu Balongan (SP-PBB) Wawan Darmawan yang hadir dalam acara ini juga mengingatkan agar seluruh pekerja RU VI Balongan tidak putus memanjatkan doa kepada Allah SWT agar seluruh pekerjaan di tahun 2024 nanti senantiasa selalu diberikan keamanan operasional serta kesehatan kepada seluruh pekerjanya.

Sementara itu, Area Manager Communication Relation and CSR RU VI Balongan Mohamad Zulkifli mengungkapkan, pada awal Desember 2023 lalu RU VI juga telah menyalurkan dana santunan sebesar 100 Juta Rupiah yang telah diserahkan kepada 500 anak yatim dan Dhuafa di sekitar Indramayu.

"Kami berharap kepedulian ini bisa bermanfaat untuk anak- yatim dan turut mendoakan Kilang Balongan tetap lancar dan aman operasionalnya" Terang Zulkifli.

Pada kegiatan keagamaan Islam ini, bertindak sebagai penceramah sekaligus pemimpin doa bersama yakni Ustad Rizki Tamami dari Jakarta.

(TKH)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top