E satu.com (Indramayu) - Nampaknya modus Komite menjadi jalur alternatif untuk menarik pungutan uang terhadap siswa dengan beragam alasan yang seolah-olah untuk menunjang kegiatan pembelajara. Seperti yang kini tengah terjadi di Madrasah Aliyah Negeri 1 Indramayu Jawa Barat.

Diduga kuat memanfaatkan peran dari komite untuk memetik keuntungan dari para siswa-siswi. Informasi yang diperoleh, pada Sabtu (03/02/2024) dari salah seorang wali murid yang minta diprivasi indentitasnya mengungkapkan, melalui surat edaran berkop suratkan komite MAN 1 Indramayu,
pihak sekolah meminta dana kepada siswa-siswi dengan dalih infak yang seolah-olah untuk penunjang kegiatan madrasah.

Ironisnya, angka yang dipungut justru dipatok dan itu berlaku secara masif dari kelas X sampai XII. Adapun besarnya, untuk siswa kelas X diharuskan membayar sebesar Rp900 ribu, XI sebesar Rp800 ribu dan, siswa kelas XII sebesar Rp 700 ribu.

Mekanisme pungutannya , siswa seakan-akan memiliki hutang kepada sekolah dengan metode angsuran 3 kali selama 3 bulan.

Adanya pungutan, ada banyak wali murid yang tentu merasa keberatan . Namun tidak berani untuk bersuara. Lantaran, akan berdampak kepada siswa-siswi-nya seperti diskriminasi dan sebagainya.

Diketahui MAN 1 Indramayu tentunya menerima dana subsidi/bantuan dari Pemerintah pusat melalui Kementerian Agama RI. Hal itu terungkap, dari Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Induk tahun anggaran 2023 nomor : DIPA- 025.04-0/2023. Didalam DIPA tersebut dengan kode 537131 Madrasah Aliyah Negeri 1 Indramayu, untuk belanja barang memperoleh dana sebesar Rp682.460.000 lalu belanja modal sebesar Rp 185.100.000, secara keseluruhan dana yang diterima sebesar Rp 867.560.000 (Delapan ratus enam puluh tujuh juta lima ratus enam puluh ribu rupiah).

Dilain sisi, Pihak MAN 1 Indramayu melalui Humas,Fita Fitriyah menegaskan, pihak sekolah tidak ada pungutan ke siswa.

" Silahkan tanyakan ke komitenya, kalau sekolah tidak ada pungutan ke siswa," sergahnya, Selasa (06/02).

Sementara terkait keberadaan Kepala sekolah, kata dia, sedang ada kegiatan di luar. " Saya tidak bisa menyambungkan, bapak lagi rakernas di Kemenag," ujarnya.

Sekadar mengingat, berdasarkan keterangan Humas, jumlah siswa-siswa MAN 1 Indramayu secara keseluruhan sebanyak 600 siswa.


(Tri KH)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

Back To Top