E satu.com (Kota Cirebon) - Beredarnya video pendek yang menyoroti sweeping rumah makan Padang dengan harga murah di media sosial telah memicu polemik di masyarakat.

Untuk meredakan ketegangan dan mencegah gejolak, Panglima Laskar Macan Ali Nuswantara, Prabu Diaz, merasa perlu untuk meminta klarifikasi langsung dari Persatuan Rumah Makan Padang Cirebon (PRMPC).

“Kami sengaja mengundang teman-teman dari PRMPC, karena dalam narasi video yang beredar disebutkan adanya sweeping rumah makan Padang,” tegas Prabu Diaz, yang akrab disapa Mamo, Rabu (30/10/2024).

Setelah mendengarkan penjelasan dari PRMPC, Mamo mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak ada tindakan sweeping terhadap rumah makan Padang.

“Justru teman-teman dari PRMPC tengah melakukan sosialisasi dan bukan sweeping. Saya ulangi, tidak ada sweeping,” tegasnya.

Menurut penjelasan yang diterima Mamo, PRMPC berupaya menjaga nilai masakan Padang itu sendiri tanpa berniat mematikan usaha pedagang. PRMPC mengimbau kepada pedagang yang mencantumkan masakan Padang agar tidak menuliskan harga murah Rp 9.000. Sebaliknya, jika mencantumkan harga tersebut, maka tidak boleh menuliskan masakan Padang.

Ketua PRMPC, Erlinus Tahar, menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk merugikan para pedagang nasi Padang. Dia bersama 127 anggota PRMPC berkomitmen untuk mendorong kemajuan dan kesuksesan para pedagang nasi Padang, baik yang berasal dari tanah Minang maupun bukan. (Wnd)
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top