E satu.com (Tangerang) -
Badan Pengawas Sekolah ( BPH ) SMA/SMK  PGRI I09 atau lebih dikenal  dengan sebutan Zhebot Q. mengundang   Ketua RT 03, Ketua RT 03 dan Ketua RW 08 Kelurahan Cimone Jaya Kecamatan . hadir diruang pertemuan  Zhebot Q 

Menurut Ketua RT 03/ 08 Cimone Jaya , undangan tersebut berkaitan dengan polemik Gapura Zhebot Q yang  dipermasalahkan  tokoh masyarakat setempat , Asep Wawan wibawan 

" Dalam  pertemuan tersebut pihak sekolah menerangkan bahwa Gapura tersebut dipasang atas permohonan   Lurah Cimone  dengan tujuan membah keindahan lingkungan , ini saya ada bukti surat permohonan dari Pak lurah  sekitar tahun 2018 lalu 

Pihak sekolah pun akan  memberikan keringanan biaya  kepada warga setempat yang  ingin memasukan anaknya sekolah di SMA/SMK PGRI 109 ,asalkan ada surat  dari RT dan RW 

Dan katanya Anak Pak Asep pun digratiskan biaya sekolah di Zhebot Q " , saya tau  itu dari mantan ketua RW  08 , Bapak  Sunardi " Kata Hasyim saat dihubungi melalui telepon , Kamis ( 7/8/2025 )

Menanggapi hal tersebut , tokoh masyarakat setempat   ,Asep Wawan wibawan, kembali mengkritisi sikap pihak Zhebot Q yang dinilai kurang profesional 

"   Menurut saya itu namanya bukan Gapura, tapi lebih ke arah reklame, iklan atau promosi sekolah .Kalau Gapura untuk lingkungan seharusnya tidak seperti itu.  

Tulisan  yang lebih ditonjolkan dalam Gapura tersebut seharusnya tulisan selamat datang ,  pesan moral dan  logo Pemkot  Tangerang.. Itupun posisinya harus ada diatas .

Kemudian dibawahnya dicantumkan keterangan , Gapura ini berdiri berkat kerjasama Kemurahan Cimone Jaya dengan Zhebot Q, Itu  baru disebut gapura lingkungan RW 08 dan sekitarnya 

Itu kan  loga Pemkotnya tidak ada. dan tulisan SMA/ SMK juga loga PGRI lebih mendominasi. Sementara tulisan selamat datang dan pesan moralnya jauh lebih kecil 

Jadi sekali lagi saya jelaskan , itu bukan Gapura tapi lebih layak disebut reklame, iklan, promosi atau branding sekolah..

Nah sekarang kan bulan Agustus, coba kita minta tulisan dan  warna Cat Gapura tersebut dirubah dengan nuansa atau konsep  HUT RI, saya yakin  pihak sekolah tidak akan mau 

Kenapa  dulu tidak dipermasalahkan..? untuk  kesekian kalinya saya sampaikan,karena dulu Kepsek SMA/ SMK PGRI bijak dan mengerti dengan kondisi warga setempat " Jelas Asep Wawan wibawan, dikediamannya. Kamis ( 7/8/2025 )

Asep menambahkan, terkait keringanan biaya sekolah  , seharusnya pihak Zhebot Q menuangkan secara tertulis kemudian dipublikasikan secara terbuka kepada masyarakat 

" Terkait keringanan biaya  SMA/ SMK PGRI 109 untuk warga setempat. seharusnya dituangkan secara tertulis dan di publikasikan secara terbuka kepada masyarakat. Jangan hanya RT dan RW saja yang tau. Atau jangan hanya orang - orang yang dekat dengan RT dan  RW yang tau dan mendapatkan keringanan biaya sekolah di SMA/ SMK PGRI 109

Tugas dan fungsi RT dan RW adalah penyambung birokrasi .  agar data kependudukan tertib dan terhindar dari hal yang tidak diinginkan. Terkait perkembangan lingkungan dikembalikan kepada masyarakatnya itu sendiri.

Jadi Ketua RT dan RW tidak punya kewenangan atau kebijakan dalam menentukan pembangunan di tingkat bawah " Tambah Asep 

Lebih lanjut Asep membatah  adanya isu yang menyebutkan anaknya gratis masuk  SMK PGRI 109

" Untuk kesekian kalinya  , perlu  saya sampaikan  anak saya masuk SMK PGRI 109   Bayar ,tidak gratis ,profesional seperti anak yang lainnya 

Kalaupun nanti mau digratiskan biaya SPP ., saya kira  jangan hanya anak saya aja. Tapi   juga untuk warga lainnya yang anaknya sekolah di Zhebot Q.  khususnya anak yatim dan yang terbukti kurang mampu 

Jadi yang digratiskan jangan  hanya anak saya saja. buktinya belum apa - apa sudah ramai  dan berkembang fitnah 

 terkait hal tersebut, akan sangat bijak bila Pihak SMA/ SMK mengadakan dialog terbuka dengan  para tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda lingkungan sekitar 

Agar lebih objektif, transparan, terbuka dan lebih komunikatif  " Pungkas Asep Wawan wibawan
Baca Juga

Post A Comment:

0 comments:

AADD Biro Jasa STNK
Back To Top